Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Agustus 2021

Mayat-mayat yang Hilang

Felix K. Nesi *
Koran Tempo, 4-5 Nov 2017
 
SANGKANYA anak-anak kampung itu baru saja meringkus pencuri mayat yang telah mereka sasar berbulan lamanya. Saat langit tak berbintang dan dingin musim hujan bersekongkol membekukan seisi kampung, saat ia baru saja akan mendaki puncak kesenangan bersama istrinya, seorang pemuda tanggung digiring ke rumahnya. Neno, demikian pemuda itu disebut, telah mendapat hajar sesudah aksi kejar-kejaran yang panjang, sebab mulutnya nyonyor berdarah-darah dan tubuhnya yang hampir telanjang itu penuh luka gores, peninggalan semak duri lantana.

Rabu, 11 Agustus 2021

Mantra Minta Hujan

Moch. Fathoni Arief
kabarindonesia.com
 
Kekeringan hebat melanda desa antah berantah. Sebuah desa yang terletak di daerah perbukitan. Saat Tuhan menunjukkan tanda kekuasaan apalah daya manusia-manusia yang lemah ini. Musim hujan yang ditunggu-tunggu tak juga datang. Bencana bagi semua mahluk yang ada. Lahan kering, tanah retak-retak, bongkahan-bongkahan yang begitu keras sehingga tak mungkin untuk digarap. Air menjadi masalah tersendiri. Untuk memasak, dan kebutuhan masak-memasak dan minum saja sulit apalagi untuk mandi.

Ssst, Nama Gadis Itu Kriti?

Sihar Ramses Simatupang
Sinar Harapan, 04/27/2003
 
Sosok tubuh kecil dan ringkih itu berusaha berpacu cepat di atas sadel sepedanya menembus jalan berbatu dan sempit di tegalan sawah. Gadis kecil nakal, walau di beberapa tungkai lutut kaki dan tangannya telah terlihat bekas kecil luka bagai koin logam, tetap saja dia naik sepeda di atas permukaan tanah yang sempit untuk ukuran ban sepeda.

AKU HARUS BICARA, BAPAK!

Imamuddin SA
 
Dan, mungkin saat ini aku harus berbicara, Bapak! Membuka pintu gejolak batinku yang berteriak. Memberontak dalam kerangkeng jasadku. Aku ingin mengutarakannya secepatnya. Mungkin dengan jalan ini aku sedikit bisa merasakan kebahagiaan. Merasakan kebebasan. Menikmati kelegaan. Sakit rasanya.

Jembatan Merah

Danarto
jawapos.com
 
Setiap tanggal 10 November kami berbondong datang dari berbagai kota untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Surabaya di mana ”Bidadari November” kami kuburkan. Kami, berikut keluarga kami, berdoa penuh khidmat di kuburan seorang perempuan, pahlawan kami, yang sesungguhnya tak kami kenal yang kedudukannya sangat misterius sampai kami beranak-pinak di berbagai kota besar dan kecil di seantero pulau Nusantara ini.

MEMBURU CAHAYA

Dianing Widya Yudhistira
republika.co.id
 
Matahari mengeliat tepat di atas menara masjid. Kezia dan anjingnya berjingkat-jingkat di atas aspal jalan. Siang itu udara seperti berlomba-lomba menaikkan suhunya dengan suhu aspal yang sesekali terlihat asap di bagian tengahnya. Dari kejauhan aspal itu menciptakan cahaya kebiruan.

GADIS

Humam S Chudori
republika.co.id
 
Andika masih duduk mematung di ruang tamu. Ia seperti tak percaya pada peristiwa yang baru saja dialaminya. Untuk ke sekian kalinya ia merasa tidak berdaya menghadapi istrinya sendiri.
Terbayang lagi peristiwa yang belum lama berselang, tatkala lelaki yang tengah memanfaatkan cuti tahunan itu bertanya kepada istrinya yang hendak keluar rumah.

Cincin Kawin

Danarto
jawapos.co.id
 
Ketika ibu mendapatkan cincin kawinnya berada di dalam perut ikan yang sedang dimakannya, seketika ibu terkulai di meja makan, pingsan. Lalu koma sekitar satu minggu, kemudian ibu meninggal dunia. Sejak saat itu sejarah hidup keluarga kami diputar ulang. Seperti digelar di kamar keluarga, juga di pekarangan belakang rumah, hari demi hari diperlihatkan malaikat betapa cara kerja langit tak mempunyai patokan. Tak dapat ditebak. Tak terduga. Dalam mengarungi pemandangan yang terbentang di hadapan, kami tak tahu benar apakah itu pemandangan alam atau lukisan pemandangan alam di atas kanvas.

Kamis, 29 Juli 2021

Buka Puasa Pertama

Sutan Iwan Soekri Munaf
sinarharapan.co.id
 
Bi Iyem membaca catatannya. Tertulis di sana, kolang-kaling 1 kg, pisang kapok kuning satu sisir cukup besar, gula jawa 1 kg dan beberapa catatan lainnya. Dia ingat sekali pesan Nyonya Besar, bahwa hari ini pertama puasa.
 
“Kita harus siapkan bukaan. Tuan Besar dan Tuan Roni suka sekali berbuka puasa menyantap kolak. Bayangkan, Tuan Besar pulang dari kantor, langsung menunggu waktu berbuka bersama Tuan Roni, sambil menghirup aroma kolak. Hmmm. Jadi kita harus sediakan kolak yang enak,” terngiang kembali pesan Nyonya Besar.

Anak Wali Kota

Yonathan Rahardjo *
suarakarya-online.com
 
Ketika malam turun, mentari lari dari wajah belahan bumi. Udara mencekam dalam dingin, sapuan angin mengusir debu jalanan. Bahkan bis kota pun ketakutan, mereka masuk gubuk reyot, ada yang masuk kelambu merah. Bajai terseok-seok menyuruk kali, becak terbang ke bui. Tentu saja asap knalpot terbirit-birit dihembus udara lancang.

Selasa, 27 Juli 2021

Nyanyian Penggali Kubur

Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com
 
PENGGALI Kubur! Itu pekerjaannya dan itu pula yang kemudian menjadi namanya. Sudah 44 tahun dia bekerja. Setiap hari, setidaknya dia menggali satu liang kubur. Jadi selama 44 tahun, total jenderal dia sudah menggali 16.060 liang kubur.

Telor Ceplok

Eko Darmoko
Harian Bhirawa, 12 Juni 2020
 
Dahi legam itu matang digoreng matahari. Pasir emas Sanur mengasinkan dahi legamnya serupa telor ceplok. Sedangkan asam membuncah dari bulir keringatnya.
 
“Bapak pasti pulang, Nak! Temani ibumu yang sedang merakit harapan di rumah,” katanya sambil menyeka dahi legamnya menggunakan punggung tangan.

Minggu, 25 Juli 2021

Kertas-kertas Sunyi

Muhammad Yasir

Bukankah hanya kesunyian belaka yang engkau rasakan ketika kita duduk bersama di beranda toko buku yang sepi di sepanjang makam terpanjang dalam sejarah peradaban kolonialisme di sini?! Katakan! Bahwa setiap makam telah berubah menjadi rumah-rumah beraneka bentuk dan warna, beraneka pula persoalan hidup dan dakwaan dunia yang dihadapi orang-orang di dalamnya. Wahai, Maksimin, kawanku, katakan sejujur-jujurnya bahwa kesunyian ini telah juga merayap ke dalam kertas-kertas sunyi yang tersusun rapi pada rak-rak triplek itu!

Jumat, 14 Mei 2021

Serikat Orang Tak Berjodoh

S. Jai
Suara Merdeka,13 Juni 2010
 
“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”
 
“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri.

Jumat, 07 Mei 2021

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi *

Seno Gumira Ajidarma
 
Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.
 
”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset, ” sambung warga yang lain.
Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.
”Masih satu menit lagi,” ujarnya.

Rabu, 05 Mei 2021

ORANG NAIK

Indrian Koto *
 
DIA mungkin tidak akan percaya pada kenyataan ini. Sebelumnya, dia seorang pemeluk agama yang jujur, meskipun tidak saleh. Dalam kepercayaannya, ia tak mendapati kenyataan semacam ini, orang yang sudah mati akan kembali lahir menjadi manusia baru. Reinkarnasi.

JALAN SURIAH

Bernando J. Sujibto *
Media Indonesia, 20 Des 2015
 
“SEMALAM, pukul 01.21, jalan di depan apartemen ini kembali menelan korban. Dua pemuda tewas ditusuk pisau kasap. Uff….”
 
Suara Kemal Argon berat. Tatapannya gamang. Dia tak bisa lagi memendam khawatir karena kejadian itu. Tragedi ketiga yang menelan korban nyawa di sepanjang Jalan Basaran. Gusty Ghaffar menatapnya penuh getir. Ia memahami betul apa yang akhir-akhir ini selalu dipikirkan Kemal, orangtua angkatnya, yang sudah empat tahun tinggal bersamanya. Semakin hari Gusty merasakan perubahan drastis di sekitar mahalle tempat mereka tinggal. Cekcok, penjarahan, dan pembunuhan tumpah begitu saja.

Sabtu, 27 Maret 2021

Pemberontakan Kapal Haji karya Orhan Pamuk

(Cuplikan novel “Malam-Malam Wabah”, karya Orhan Pamuk, peraih anugerah Nobel Sastra 2006) 

Penerjemah: Bernando J. Sujibto *
 
Gubernur Sami Pasha berpikir keras tentang usaha pentingnya karantina kepada syekh Hamdullah. Pasha mengenal syekh itu segera setelah dia ditugaskan ke pulau itu lima tahun lalu. Waktu itu, dia tampil dengan perawakan seorang lelaki yang lemah lembut, sopan, dan penuh kasih sayang dengan minat yang kuat terhadap karya sastra. Mungkin pembawaanya masih begitu. Di tahun pertama, mereka pernah berbincang hal ihwal kehidupan, buku, dan spiritualitas. Meskipun bersahabat, langkah karantina kali ini tidak akan berjalan baik untuk persahabatan maupun negara, dan sialnya urusan bisnis akan berpindah ke ranah internasional.

Kamis, 11 Februari 2021

Dihilangkannya Orang-orang Sekaroh

Hasan Gauk

 
Hari itu hujan mengguyur kampung Sekaroh, tak ada seorang pun yang duduk di beranda seperti hari-hari sebelumnya, barangkali mereka sudah bosan melihat hujan, atau setidaknya telah jenuh oleh hawa dingin yang menggerogoti daging tipisnya. Apa jua yang harus dilihat di malam gelap tanpa penerangan, hujan? Tentu masyarakat yang hidup di pinggiran hutan Sekaroh, tidak pernah menjadikan hujan itu wahana hiburan, atau sekadar menikmati rintik-rintiknya sebagai kejadian yang ditunggu-tunggu. Justru, tak sedikit masyarakat yang membenci fenomena langit tersebut.

Rabu, 03 Februari 2021

Blues untuk Karna

Ganug Nugroho Adi *
oase.kompas.com
 
(1)
AKU tak juga mengerti ketika sore itu tiba-tiba saja ia menemuiku dan mengaku sebagai ibuku. O, perempuan dengan sepasang mata kelam, siapakah dirimu?
 
“Aku Kunti. Akulah perempuan yang melahirkanmu bertahun lalu. Bukan Rada ibumu. Ia hanya seorang istri kusir kereta yang menemukanmu dari sungai itu.”
A. Syauqi Sumbawi A.S. Dharta Abdul Hadi WM Abdul Wachid B.S. Abdullah Abubakar Batarfie Abdurrahman Wahid Achmad Faesol Achmad S Achmad Soeparno Yanto Adin Adrian Balu Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agung Sasongko Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Prasmono Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Mustofa Bisri Ahmad Tohari Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat al-Kindi Alex R. Nainggolan Ali Ahsan Al Haris Ali Audah Ali Syariati Amien Kamil Amien Wangsitalaja Andhika Dinata Andi Neneng Nur Fauziah Andra Nur Oktaviani Andrenaline Katarsis Andy Riza Hidayat Anindita S. Thayf Anton Kurniawan Anton Sudibyo Aprinus Salam Arafat Nur Arif Hidayat Arman A.Z. Arthur Rimbaud Asap Studio Asarpin Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Badaruddin Amir Bagja Hidayat Balada Bambang Riyanto Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernadette Aderi Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Butet Kartaredjasa Cak Bono Catatan Cecil Mariani Cerbung Cerpen Chairil Anwar Charles Bukowski Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dahta Gautama Daisy Priyanti Damhuri Muhammad Danarto Dara Nuzzul Ramadhan Dareen Tatour Darju Prasetya Darojat Gustian Syafaat Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Dewi Sartika Dharmadi Dhenok Kristianti Dian Wahyu Kusuma Dianing Widya Yudhistira Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Pitono Djoko Saryono Djoko Subinarto Doan Widhiandono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Anggoro Dwi Cipta Dwi Klik Santosa Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erik Purnama Putra Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esti Nuryani Kasam Evan Ys Evi Idawati F Aziz Manna F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fairuzul Mumtaz Fajar Alayubi Farah Noersativa Faris Al Faisal Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Faza Bina Al-Alim Feby Indirani Felix K. Nesi Fian Firatmaja Firman Wally Fiyan Arjun Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L) Franz Kafka Galih M. Rosyadi Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Garna Raditya Gendut Riyanto Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gurindam Gusti Eka H.B. Jassin Halim HD Hamdy Salad Hamka Hari Sulastri Hasan Aspahani Hasan Gauk Hasbi Zainuddin Hasif Amini Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Hermawan Mappiwali Herry Lamongan Hikmat Gumelar HM. Nasruddin Anshoriy Ch Hudan Hidayat Humam S Chudori Ibnu Wahyudi Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Iksaka Banu Ilham Imam Muhayat Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Arlado Imron Tohari Indra Tjahyadi Indrawati Jauharotun Nafisah Indrian Koto Inung As Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Ismi Wahid Iva Titin Shovia Iwan Fals Iwan Kurniawan Jakob Oetama Janual Aidi JJ. Kusni Johan Fabricius John H. McGlynn Jordaidan Rizsyah Jual Buku Sastra K.H. A. Azis Masyhuri Kadjie Mudzakir Kahfie Nazaruddin Kahlil Gibran Kamajaya Al. Katuuk Kamran Dikarma Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khatijah Khoirul Inayah Ki Dhalang Sulang Ki Ompong Sudarsono Kikin Kuswandi Kodirun Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM) Komunitas Teater Se-Lamongan Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kucing Oren Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto L.K. Ara Laksmi Shitaresmi Lan Fang Larung Sastra Latief S. Nugraha lensasastra.id Leo Tolstoy Leon Agusta Linda Christanty Lutfi Mardiansyah M. Aan Mansyur M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Harir Muzakki M. Lutfi M. Shoim Anwar M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marniati Martin Aleida Mashuri Masuki M. Astro Matroni Muserang Mawar Kusuma Max Arifin Melani Budianta Mihar Harahap Mikael Johani Miziansyah J. Moch. Fathoni Arief Moh. Ghufron Cholid Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Muhammad Hanif Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mulyadi SA Munawir Aziz Murnierida Pram Myra Sidharta Nadia Cahyani Naim Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nessa Kartika Ni Made Purnama Sari Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Noor H. Dee Nurel Javissyarqi Nurul Fahmy Nurul Ilmi Elbana Nyoman Tusthi Eddy Ong Hok Ham Orasi Budaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Pablo Neruda Pay Jarot Sujarwo PDS H.B. Jassin Pendidikan Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringgo HR Prosa Pudyo Saptono Puisi Pustaka Bergerak Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin Qismatun Nihayah R Sutandya Yudha Khaidar R Toto Sugiharto R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prambudhi Dikimara Rambuana Ramdhan Triyadi Bempah Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Ricarda Huch Riezky Andhika Pradana Riki Dhamparan Putra Rizki Aprima Putra Rokhim Sarkadek Rony Agustinus Royyan Julian Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Ruth Indiah Rahayu S Yoga S. Arimba S. Jai Sabrank Suparno Safitri Ningrum Sahaya Santayana Sahli Hamid Saini KM Sajak Salvator Yen Joenaidy Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Selendang Sulaiman Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setyaningsih Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosial Media Sastra Sosiawan Leak Sovian Lawendatu Sudarmoko Sudirman Sugeng Sulaksono Sugito Ha Es Sumani Sumargono SN Suminto A. Sayuti Sunaryata Soemarjo Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suryanto Sastroatmodjo Susie Evidia Y Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka T Agus Khaidir T.A. Sakti Tangguh Pitoyo Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen) Teater Tawon Tedy Kartyadi Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tiya Hapitiawati Tiyasa Jati Pramono Toeti Heraty TS Pinang Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Usman Arrumy UU Hamidy Veronika Ninik Vika Wisnu W.S. Rendra Wahyu Triono Ks Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Jengki Sunarta Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wilda Fizriyani Willy Ana Y Alpriyanti Y.B. Mangunwijaya Yanto le Honzo Yasin Susilo Yasir Amri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudha Kristiawan Yudhistira ANM Massardi Yulhasni Zehan Zareez Zuhdi Swt Zul Afrita