Felix K. Nesi *
Koran Tempo, 4-5 Nov 2017
SANGKANYA anak-anak kampung itu baru saja meringkus pencuri mayat yang
telah mereka sasar berbulan lamanya. Saat langit tak berbintang dan dingin
musim hujan bersekongkol membekukan seisi kampung, saat ia baru saja akan
mendaki puncak kesenangan bersama istrinya, seorang pemuda tanggung digiring ke
rumahnya. Neno, demikian pemuda itu disebut, telah mendapat hajar sesudah aksi
kejar-kejaran yang panjang, sebab mulutnya nyonyor berdarah-darah dan tubuhnya
yang hampir telanjang itu penuh luka gores, peninggalan semak duri lantana.
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Agustus 2021
Rabu, 11 Agustus 2021
Mantra Minta Hujan
Moch. Fathoni Arief
kabarindonesia.com
Kekeringan hebat melanda desa antah berantah. Sebuah desa yang terletak di daerah perbukitan. Saat Tuhan menunjukkan tanda kekuasaan apalah daya manusia-manusia yang lemah ini. Musim hujan yang ditunggu-tunggu tak juga datang. Bencana bagi semua mahluk yang ada. Lahan kering, tanah retak-retak, bongkahan-bongkahan yang begitu keras sehingga tak mungkin untuk digarap. Air menjadi masalah tersendiri. Untuk memasak, dan kebutuhan masak-memasak dan minum saja sulit apalagi untuk mandi.
kabarindonesia.com
Kekeringan hebat melanda desa antah berantah. Sebuah desa yang terletak di daerah perbukitan. Saat Tuhan menunjukkan tanda kekuasaan apalah daya manusia-manusia yang lemah ini. Musim hujan yang ditunggu-tunggu tak juga datang. Bencana bagi semua mahluk yang ada. Lahan kering, tanah retak-retak, bongkahan-bongkahan yang begitu keras sehingga tak mungkin untuk digarap. Air menjadi masalah tersendiri. Untuk memasak, dan kebutuhan masak-memasak dan minum saja sulit apalagi untuk mandi.
Ssst, Nama Gadis Itu Kriti?
Sihar Ramses Simatupang
Sinar Harapan, 04/27/2003
Sosok tubuh kecil dan ringkih itu berusaha berpacu cepat di atas sadel sepedanya menembus jalan berbatu dan sempit di tegalan sawah. Gadis kecil nakal, walau di beberapa tungkai lutut kaki dan tangannya telah terlihat bekas kecil luka bagai koin logam, tetap saja dia naik sepeda di atas permukaan tanah yang sempit untuk ukuran ban sepeda.
Sinar Harapan, 04/27/2003
Sosok tubuh kecil dan ringkih itu berusaha berpacu cepat di atas sadel sepedanya menembus jalan berbatu dan sempit di tegalan sawah. Gadis kecil nakal, walau di beberapa tungkai lutut kaki dan tangannya telah terlihat bekas kecil luka bagai koin logam, tetap saja dia naik sepeda di atas permukaan tanah yang sempit untuk ukuran ban sepeda.
AKU HARUS BICARA, BAPAK!
Imamuddin SA
Dan, mungkin saat ini aku harus berbicara, Bapak! Membuka pintu gejolak batinku yang berteriak. Memberontak dalam kerangkeng jasadku. Aku ingin mengutarakannya secepatnya. Mungkin dengan jalan ini aku sedikit bisa merasakan kebahagiaan. Merasakan kebebasan. Menikmati kelegaan. Sakit rasanya.
Dan, mungkin saat ini aku harus berbicara, Bapak! Membuka pintu gejolak batinku yang berteriak. Memberontak dalam kerangkeng jasadku. Aku ingin mengutarakannya secepatnya. Mungkin dengan jalan ini aku sedikit bisa merasakan kebahagiaan. Merasakan kebebasan. Menikmati kelegaan. Sakit rasanya.
Jembatan Merah
Danarto
jawapos.com
Setiap tanggal 10 November kami berbondong datang dari berbagai kota untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Surabaya di mana ”Bidadari November” kami kuburkan. Kami, berikut keluarga kami, berdoa penuh khidmat di kuburan seorang perempuan, pahlawan kami, yang sesungguhnya tak kami kenal yang kedudukannya sangat misterius sampai kami beranak-pinak di berbagai kota besar dan kecil di seantero pulau Nusantara ini.
jawapos.com
Setiap tanggal 10 November kami berbondong datang dari berbagai kota untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Surabaya di mana ”Bidadari November” kami kuburkan. Kami, berikut keluarga kami, berdoa penuh khidmat di kuburan seorang perempuan, pahlawan kami, yang sesungguhnya tak kami kenal yang kedudukannya sangat misterius sampai kami beranak-pinak di berbagai kota besar dan kecil di seantero pulau Nusantara ini.
MEMBURU CAHAYA
Dianing Widya Yudhistira
republika.co.id
Matahari mengeliat tepat di atas menara masjid. Kezia dan anjingnya berjingkat-jingkat di atas aspal jalan. Siang itu udara seperti berlomba-lomba menaikkan suhunya dengan suhu aspal yang sesekali terlihat asap di bagian tengahnya. Dari kejauhan aspal itu menciptakan cahaya kebiruan.
republika.co.id
Matahari mengeliat tepat di atas menara masjid. Kezia dan anjingnya berjingkat-jingkat di atas aspal jalan. Siang itu udara seperti berlomba-lomba menaikkan suhunya dengan suhu aspal yang sesekali terlihat asap di bagian tengahnya. Dari kejauhan aspal itu menciptakan cahaya kebiruan.
GADIS
Humam S Chudori
republika.co.id
Andika masih duduk mematung di ruang tamu. Ia seperti tak percaya pada peristiwa yang baru saja dialaminya. Untuk ke sekian kalinya ia merasa tidak berdaya menghadapi istrinya sendiri.
Terbayang lagi peristiwa yang belum lama berselang, tatkala lelaki yang tengah memanfaatkan cuti tahunan itu bertanya kepada istrinya yang hendak keluar rumah.
republika.co.id
Andika masih duduk mematung di ruang tamu. Ia seperti tak percaya pada peristiwa yang baru saja dialaminya. Untuk ke sekian kalinya ia merasa tidak berdaya menghadapi istrinya sendiri.
Terbayang lagi peristiwa yang belum lama berselang, tatkala lelaki yang tengah memanfaatkan cuti tahunan itu bertanya kepada istrinya yang hendak keluar rumah.
Cincin Kawin
Danarto
jawapos.co.id
Ketika ibu mendapatkan cincin kawinnya berada di dalam perut ikan yang sedang dimakannya, seketika ibu terkulai di meja makan, pingsan. Lalu koma sekitar satu minggu, kemudian ibu meninggal dunia. Sejak saat itu sejarah hidup keluarga kami diputar ulang. Seperti digelar di kamar keluarga, juga di pekarangan belakang rumah, hari demi hari diperlihatkan malaikat betapa cara kerja langit tak mempunyai patokan. Tak dapat ditebak. Tak terduga. Dalam mengarungi pemandangan yang terbentang di hadapan, kami tak tahu benar apakah itu pemandangan alam atau lukisan pemandangan alam di atas kanvas.
jawapos.co.id
Ketika ibu mendapatkan cincin kawinnya berada di dalam perut ikan yang sedang dimakannya, seketika ibu terkulai di meja makan, pingsan. Lalu koma sekitar satu minggu, kemudian ibu meninggal dunia. Sejak saat itu sejarah hidup keluarga kami diputar ulang. Seperti digelar di kamar keluarga, juga di pekarangan belakang rumah, hari demi hari diperlihatkan malaikat betapa cara kerja langit tak mempunyai patokan. Tak dapat ditebak. Tak terduga. Dalam mengarungi pemandangan yang terbentang di hadapan, kami tak tahu benar apakah itu pemandangan alam atau lukisan pemandangan alam di atas kanvas.
Kamis, 29 Juli 2021
Buka Puasa Pertama
Sutan Iwan Soekri Munaf
sinarharapan.co.id
Bi Iyem membaca catatannya. Tertulis di sana, kolang-kaling 1 kg, pisang kapok kuning satu sisir cukup besar, gula jawa 1 kg dan beberapa catatan lainnya. Dia ingat sekali pesan Nyonya Besar, bahwa hari ini pertama puasa.
“Kita harus siapkan bukaan. Tuan Besar dan Tuan Roni suka sekali berbuka puasa menyantap kolak. Bayangkan, Tuan Besar pulang dari kantor, langsung menunggu waktu berbuka bersama Tuan Roni, sambil menghirup aroma kolak. Hmmm. Jadi kita harus sediakan kolak yang enak,” terngiang kembali pesan Nyonya Besar.
sinarharapan.co.id
Bi Iyem membaca catatannya. Tertulis di sana, kolang-kaling 1 kg, pisang kapok kuning satu sisir cukup besar, gula jawa 1 kg dan beberapa catatan lainnya. Dia ingat sekali pesan Nyonya Besar, bahwa hari ini pertama puasa.
“Kita harus siapkan bukaan. Tuan Besar dan Tuan Roni suka sekali berbuka puasa menyantap kolak. Bayangkan, Tuan Besar pulang dari kantor, langsung menunggu waktu berbuka bersama Tuan Roni, sambil menghirup aroma kolak. Hmmm. Jadi kita harus sediakan kolak yang enak,” terngiang kembali pesan Nyonya Besar.
Anak Wali Kota
Yonathan Rahardjo *
suarakarya-online.com
Ketika malam turun, mentari lari dari wajah belahan bumi. Udara mencekam dalam dingin, sapuan angin mengusir debu jalanan. Bahkan bis kota pun ketakutan, mereka masuk gubuk reyot, ada yang masuk kelambu merah. Bajai terseok-seok menyuruk kali, becak terbang ke bui. Tentu saja asap knalpot terbirit-birit dihembus udara lancang.
suarakarya-online.com
Ketika malam turun, mentari lari dari wajah belahan bumi. Udara mencekam dalam dingin, sapuan angin mengusir debu jalanan. Bahkan bis kota pun ketakutan, mereka masuk gubuk reyot, ada yang masuk kelambu merah. Bajai terseok-seok menyuruk kali, becak terbang ke bui. Tentu saja asap knalpot terbirit-birit dihembus udara lancang.
Selasa, 27 Juli 2021
Nyanyian Penggali Kubur
Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com
PENGGALI Kubur! Itu pekerjaannya dan itu pula yang kemudian menjadi namanya. Sudah 44 tahun dia bekerja. Setiap hari, setidaknya dia menggali satu liang kubur. Jadi selama 44 tahun, total jenderal dia sudah menggali 16.060 liang kubur.
suaramerdeka.com
PENGGALI Kubur! Itu pekerjaannya dan itu pula yang kemudian menjadi namanya. Sudah 44 tahun dia bekerja. Setiap hari, setidaknya dia menggali satu liang kubur. Jadi selama 44 tahun, total jenderal dia sudah menggali 16.060 liang kubur.
Telor Ceplok
Eko Darmoko
Harian Bhirawa, 12 Juni 2020
Dahi legam itu matang digoreng matahari. Pasir emas Sanur mengasinkan dahi legamnya serupa telor ceplok. Sedangkan asam membuncah dari bulir keringatnya.
“Bapak pasti pulang, Nak! Temani ibumu yang sedang merakit harapan di rumah,” katanya sambil menyeka dahi legamnya menggunakan punggung tangan.
Harian Bhirawa, 12 Juni 2020
Dahi legam itu matang digoreng matahari. Pasir emas Sanur mengasinkan dahi legamnya serupa telor ceplok. Sedangkan asam membuncah dari bulir keringatnya.
“Bapak pasti pulang, Nak! Temani ibumu yang sedang merakit harapan di rumah,” katanya sambil menyeka dahi legamnya menggunakan punggung tangan.
Minggu, 25 Juli 2021
Kertas-kertas Sunyi
Muhammad Yasir
Bukankah hanya kesunyian belaka yang engkau rasakan ketika kita duduk bersama di beranda toko buku yang sepi di sepanjang makam terpanjang dalam sejarah peradaban kolonialisme di sini?! Katakan! Bahwa setiap makam telah berubah menjadi rumah-rumah beraneka bentuk dan warna, beraneka pula persoalan hidup dan dakwaan dunia yang dihadapi orang-orang di dalamnya. Wahai, Maksimin, kawanku, katakan sejujur-jujurnya bahwa kesunyian ini telah juga merayap ke dalam kertas-kertas sunyi yang tersusun rapi pada rak-rak triplek itu!Jumat, 14 Mei 2021
Serikat Orang Tak Berjodoh
S. Jai
Suara Merdeka,13 Juni 2010
“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”
“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri.
Suara Merdeka,13 Juni 2010
“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”
“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri.
Jumat, 07 Mei 2021
Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi *
Seno Gumira Ajidarma
Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.
”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset, ” sambung warga yang lain.
Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.
”Masih satu menit lagi,” ujarnya.
Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.
”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset, ” sambung warga yang lain.
Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.
”Masih satu menit lagi,” ujarnya.
Rabu, 05 Mei 2021
ORANG NAIK
Indrian Koto *
DIA mungkin tidak akan percaya pada kenyataan ini. Sebelumnya, dia seorang pemeluk agama yang jujur, meskipun tidak saleh. Dalam kepercayaannya, ia tak mendapati kenyataan semacam ini, orang yang sudah mati akan kembali lahir menjadi manusia baru. Reinkarnasi.
DIA mungkin tidak akan percaya pada kenyataan ini. Sebelumnya, dia seorang pemeluk agama yang jujur, meskipun tidak saleh. Dalam kepercayaannya, ia tak mendapati kenyataan semacam ini, orang yang sudah mati akan kembali lahir menjadi manusia baru. Reinkarnasi.
JALAN SURIAH
Bernando J. Sujibto *
Media Indonesia, 20 Des 2015
“SEMALAM, pukul 01.21, jalan di depan apartemen ini kembali menelan korban. Dua pemuda tewas ditusuk pisau kasap. Uff….”
Suara Kemal Argon berat. Tatapannya gamang. Dia tak bisa lagi memendam khawatir karena kejadian itu. Tragedi ketiga yang menelan korban nyawa di sepanjang Jalan Basaran. Gusty Ghaffar menatapnya penuh getir. Ia memahami betul apa yang akhir-akhir ini selalu dipikirkan Kemal, orangtua angkatnya, yang sudah empat tahun tinggal bersamanya. Semakin hari Gusty merasakan perubahan drastis di sekitar mahalle tempat mereka tinggal. Cekcok, penjarahan, dan pembunuhan tumpah begitu saja.
Media Indonesia, 20 Des 2015
“SEMALAM, pukul 01.21, jalan di depan apartemen ini kembali menelan korban. Dua pemuda tewas ditusuk pisau kasap. Uff….”
Suara Kemal Argon berat. Tatapannya gamang. Dia tak bisa lagi memendam khawatir karena kejadian itu. Tragedi ketiga yang menelan korban nyawa di sepanjang Jalan Basaran. Gusty Ghaffar menatapnya penuh getir. Ia memahami betul apa yang akhir-akhir ini selalu dipikirkan Kemal, orangtua angkatnya, yang sudah empat tahun tinggal bersamanya. Semakin hari Gusty merasakan perubahan drastis di sekitar mahalle tempat mereka tinggal. Cekcok, penjarahan, dan pembunuhan tumpah begitu saja.
Sabtu, 27 Maret 2021
Pemberontakan Kapal Haji karya Orhan Pamuk
(Cuplikan novel “Malam-Malam Wabah”, karya Orhan Pamuk, peraih anugerah Nobel Sastra 2006)
Penerjemah: Bernando J. Sujibto *Gubernur Sami Pasha berpikir keras tentang usaha pentingnya karantina kepada syekh Hamdullah. Pasha mengenal syekh itu segera setelah dia ditugaskan ke pulau itu lima tahun lalu. Waktu itu, dia tampil dengan perawakan seorang lelaki yang lemah lembut, sopan, dan penuh kasih sayang dengan minat yang kuat terhadap karya sastra. Mungkin pembawaanya masih begitu. Di tahun pertama, mereka pernah berbincang hal ihwal kehidupan, buku, dan spiritualitas. Meskipun bersahabat, langkah karantina kali ini tidak akan berjalan baik untuk persahabatan maupun negara, dan sialnya urusan bisnis akan berpindah ke ranah internasional.
Kamis, 11 Februari 2021
Dihilangkannya Orang-orang Sekaroh
Hasan Gauk
Hari itu hujan mengguyur kampung Sekaroh, tak ada seorang pun yang duduk di beranda seperti hari-hari sebelumnya, barangkali mereka sudah bosan melihat hujan, atau setidaknya telah jenuh oleh hawa dingin yang menggerogoti daging tipisnya. Apa jua yang harus dilihat di malam gelap tanpa penerangan, hujan? Tentu masyarakat yang hidup di pinggiran hutan Sekaroh, tidak pernah menjadikan hujan itu wahana hiburan, atau sekadar menikmati rintik-rintiknya sebagai kejadian yang ditunggu-tunggu. Justru, tak sedikit masyarakat yang membenci fenomena langit tersebut.
Rabu, 03 Februari 2021
Blues untuk Karna
Ganug Nugroho Adi *
oase.kompas.com
(1)
AKU tak juga mengerti ketika sore itu tiba-tiba saja ia menemuiku dan mengaku sebagai ibuku. O, perempuan dengan sepasang mata kelam, siapakah dirimu?
“Aku Kunti. Akulah perempuan yang melahirkanmu bertahun lalu. Bukan Rada ibumu. Ia hanya seorang istri kusir kereta yang menemukanmu dari sungai itu.”
oase.kompas.com
(1)
AKU tak juga mengerti ketika sore itu tiba-tiba saja ia menemuiku dan mengaku sebagai ibuku. O, perempuan dengan sepasang mata kelam, siapakah dirimu?
“Aku Kunti. Akulah perempuan yang melahirkanmu bertahun lalu. Bukan Rada ibumu. Ia hanya seorang istri kusir kereta yang menemukanmu dari sungai itu.”
Langganan:
Postingan (Atom)
A. Syauqi Sumbawi
A.S. Dharta
Abdul Hadi WM
Abdul Wachid B.S.
Abdullah Abubakar Batarfie
Abdurrahman Wahid
Achmad Faesol
Achmad S
Achmad Soeparno Yanto
Adin
Adrian Balu
Afrizal Malna
Aguk Irawan MN
Agung Sasongko
Agus B. Harianto
Agus Buchori
Agus Prasmono
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Ahmad Fanani Mosah
Ahmad Fatoni
Ahmad Mustofa Bisri
Ahmad Tohari
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Akhudiat
al-Kindi
Alex R. Nainggolan
Ali Ahsan Al Haris
Ali Audah
Ali Syariati
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Andhika Dinata
Andi Neneng Nur Fauziah
Andra Nur Oktaviani
Andrenaline Katarsis
Andy Riza Hidayat
Anindita S. Thayf
Anton Kurniawan
Anton Sudibyo
Aprinus Salam
Arafat Nur
Arif Hidayat
Arman A.Z.
Arthur Rimbaud
Asap Studio
Asarpin
Asti Musman
Atafras
Awalludin GD Mualif
Badaruddin Amir
Bagja Hidayat
Balada
Bambang Riyanto
Bandung Mawardi
Beni Setia
Benny Arnas
Beno Siang Pamungkas
Berita
Berita Duka
Bernadette Aderi
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Bonari Nabonenar
Brunel University London
Budi Darma
Butet Kartaredjasa
Cak Bono
Catatan
Cecil Mariani
Cerbung
Cerpen
Chairil Anwar
Charles Bukowski
Christine Hakim
Cinta Laura Kiehl
D. Zawawi Imron
Dahta Gautama
Daisy Priyanti
Damhuri Muhammad
Danarto
Dara Nuzzul Ramadhan
Dareen Tatour
Darju Prasetya
Darojat Gustian Syafaat
Dea Anugrah
Dedy Tri Riyadi
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Dewi Sartika
Dharmadi
Dhenok Kristianti
Dian Wahyu Kusuma
Dianing Widya Yudhistira
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Djoko Subinarto
Doan Widhiandono
Doddi Ahmad Fauji
Dody Yan Masfa
Donny Anggoro
Dwi Cipta
Dwi Klik Santosa
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Elokdyah Meswati
Emha Ainun Nadjib
Enda Menzies
Erik Purnama Putra
Erwin Dariyanto
Erwin Setia
Esai
Esti Nuryani Kasam
Evan Ys
Evi Idawati
F Aziz Manna
F. Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Fairuzul Mumtaz
Fajar Alayubi
Farah Noersativa
Faris Al Faisal
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fathurrozak
Faza Bina Al-Alim
Feby Indirani
Felix K. Nesi
Fian Firatmaja
Firman Wally
Fiyan Arjun
Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L)
Franz Kafka
Galih M. Rosyadi
Galuh Tulus Utama
Ganug Nugroho Adi
Garna Raditya
Gendut Riyanto
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gombloh
Grathia Pitaloka
Gunawan Budi Susanto
Gunoto Saparie
Gurindam
Gusti Eka
H.B. Jassin
Halim HD
Hamdy Salad
Hamka
Hari Sulastri
Hasan Aspahani
Hasan Gauk
Hasbi Zainuddin
Hasif Amini
Hasnan Bachtiar
Helvy Tiana Rosa
Hermawan Mappiwali
Herry Lamongan
Hikmat Gumelar
HM. Nasruddin Anshoriy Ch
Hudan Hidayat
Humam S Chudori
Ibnu Wahyudi
Ida Fitri
IDG Windhu Sancaya
Idris Pasaribu
Ignas Kleden
Iksaka Banu
Ilham
Imam Muhayat
Imam Muhtarom
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Arlado
Imron Tohari
Indra Tjahyadi
Indrawati Jauharotun Nafisah
Indrian Koto
Inung As
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Noe
Ismi Wahid
Iva Titin Shovia
Iwan Fals
Iwan Kurniawan
Jakob Oetama
Janual Aidi
JJ. Kusni
Johan Fabricius
John H. McGlynn
Jordaidan Rizsyah
Jual Buku Sastra
K.H. A. Azis Masyhuri
Kadjie Mudzakir
Kahfie Nazaruddin
Kahlil Gibran
Kamajaya Al. Katuuk
Kamran Dikarma
Kedung Darma Romansha
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khansa Arifah Adila
Khatijah
Khoirul Inayah
Ki Dhalang Sulang
Ki Ompong Sudarsono
Kikin Kuswandi
Kodirun
Koh Young Hun
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM)
Komunitas Teater Se-Lamongan
Korrie Layun Rampan
Kritik Sastra
Kucing Oren
Kurniawan Junaedhie
Kurniawan Muhammad
Kuswaidi Syafi’ie
Kuswinarto
L.K. Ara
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Larung Sastra
Latief S. Nugraha
lensasastra.id
Leo Tolstoy
Leon Agusta
Linda Christanty
Lutfi Mardiansyah
M. Aan Mansyur
M. Arwan Hamidi
M. Faizi
M. Harir Muzakki
M. Lutfi
M. Shoim Anwar
M. Yoesoef
M. Yunis
M.D. Atmaja
Mahamuda
Mahdi Idris
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Manneke Budiman
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Mario F. Lawi
Marniati
Martin Aleida
Mashuri
Masuki M. Astro
Matroni Muserang
Mawar Kusuma
Max Arifin
Melani Budianta
Mihar Harahap
Mikael Johani
Miziansyah J.
Moch. Fathoni Arief
Moh. Ghufron Cholid
Mohammad Afifi
Mohammad Rafi Azzamy
Muhammad Hanif
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Subarkah
Muhammad Yasir
Muhammadun AS
Muhidin M. Dahlan
Mulyadi SA
Munawir Aziz
Murnierida Pram
Myra Sidharta
Nadia Cahyani
Naim
Naskah Teater
Nasru Alam Aziz
Nessa Kartika
Ni Made Purnama Sari
Nikita Mirzani
Nirwan Ahmad Arsuka
Nizar Qabbani
Noor H. Dee
Nurel Javissyarqi
Nurul Fahmy
Nurul Ilmi Elbana
Nyoman Tusthi Eddy
Ong Hok Ham
Orasi Budaya
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Otto Sukatno CR
Pablo Neruda
Pay Jarot Sujarwo
PDS H.B. Jassin
Pendidikan
Pipiet Senja
Pramoedya Ananta Toer
Pringgo HR
Prosa
Pudyo Saptono
Puisi
Pustaka Bergerak
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Wijaya
Qaris Tajudin
Qismatun Nihayah
R Sutandya Yudha Khaidar
R Toto Sugiharto
R. Timur Budi Raja
Radhar Panca Dahana
Ragdi F. Daye
Rahmat Sutandya Yudhanto
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rama Prambudhi Dikimara
Rambuana
Ramdhan Triyadi Bempah
Ratnani Latifah
Raudal Tanjung Banua
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Ribut Wijoto
Ricarda Huch
Riezky Andhika Pradana
Riki Dhamparan Putra
Rizki Aprima Putra
Rokhim Sarkadek
Rony Agustinus
Royyan Julian
Rukardi
Rumah Budaya Pantura
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Ruth Indiah Rahayu
S Yoga
S. Arimba
S. Jai
Sabrank Suparno
Safitri Ningrum
Sahaya Santayana
Sahli Hamid
Saini KM
Sajak
Salvator Yen Joenaidy
Samsul Anam
Sapardi Djoko Damono
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sejarah
Selendang Sulaiman
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Sergi Sutanto
Setyaningsih
Shiny.ane el’poesya
Sholihul Huda
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sitok Srengenge
Siwi Dwi Saputro
Soediro Satoto
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
Sosial Media Sastra
Sosiawan Leak
Sovian Lawendatu
Sudarmoko
Sudirman
Sugeng Sulaksono
Sugito Ha Es
Sumani
Sumargono SN
Suminto A. Sayuti
Sunaryata Soemarjo
Sunaryono Basuki Ks
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Sunudyantoro
Suryanto Sastroatmodjo
Susie Evidia Y
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syaifuddin Gani
Syaiful Irba Tanpaka
T Agus Khaidir
T.A. Sakti
Tangguh Pitoyo
Tatan Daniel
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Wr. Hidayat
Teater Eska
Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen)
Teater Tawon
Tedy Kartyadi
Teguh Winarsho AS
Tengsoe Tjahjono
Tiya Hapitiawati
Tiyasa Jati Pramono
Toeti Heraty
TS Pinang
Udo Z. Karzi
Umbu Landu Paranggi
Universitas Indonesia
Usman Arrumy
UU Hamidy
Veronika Ninik
Vika Wisnu
W.S. Rendra
Wahyu Triono Ks
Wahyudi Akmaliah Muhammad
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Jengki Sunarta
Wayan Sunarta
Welly Kuswanto
Wilda Fizriyani
Willy Ana
Y Alpriyanti
Y.B. Mangunwijaya
Yanto le Honzo
Yasin Susilo
Yasir Amri
Yohanes Sehandi
Yona Primadesi
Yonathan Rahardjo
Yudha Kristiawan
Yudhistira ANM Massardi
Yulhasni
Zehan Zareez
Zuhdi Swt
Zul Afrita