Tatan Daniel *
Seniman itu, biasanya, lebar kacamatanya. Jernih dalam membaca dan menafsir. Tajam pemikirannya, tidak majal. Kritis mengamati fenomena. Sensitif meraba perubahan. Visioner seperti motto Semen Padang. Piawai mengurai masalah, seperti dimottokan oleh Pegadaian, dan 'nancap idenya, seperti dimaksudkan oleh motto majalah Tempo, dulu. Seniman itu, seperti yang sering saya sampaikan, meski terhimpit tapi harus di atas, meski terkurung tapi tetap di luar. Arif, bijak, dan cerdik cendekia.
Seniman itu, biasanya, lebar kacamatanya. Jernih dalam membaca dan menafsir. Tajam pemikirannya, tidak majal. Kritis mengamati fenomena. Sensitif meraba perubahan. Visioner seperti motto Semen Padang. Piawai mengurai masalah, seperti dimottokan oleh Pegadaian, dan 'nancap idenya, seperti dimaksudkan oleh motto majalah Tempo, dulu. Seniman itu, seperti yang sering saya sampaikan, meski terhimpit tapi harus di atas, meski terkurung tapi tetap di luar. Arif, bijak, dan cerdik cendekia.