Senin, 23 November 2020

“ANAK INI MAU MENGENCINGI JAKARTA?”

 Ahmad Tohari *

Tentu tidak ada penumpang yang setuju kereta api malam dari timur itu berhenti sesaat menjelang stasiun Pasar Senen. Tapi nyatanya kereta api itu benar-benar berhenti. Entah ada apa di depan sana. Penumpang yang sudah bangun banyak yang mengeluh. Tiga laki-laki secara bersamaan melihat jam tangan mereka dengan wajah kecut. Masinis di ruang kemudi dan dua kondektur di gerbong paling depan mendesah kesal.

Minggu, 22 November 2020

Chairil, si Penyair “binatang jalang”

Zul Afrita
padangekspres.co.id                              
 
Tuhanku/ Dalam termangu/ Aku masih menyebut namaMu// Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh// cayaMu panas suci// Tuhanku// aku hilang bentuk/ remuk// Tuhanku // aku mengembara di negeri asing// Tuhanku/ di pintuMu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling. (Doa, Chairil Anwar). Meskipun telah tiada, namun Penyair “binatang jalang” itu tetap hidup bersama sajaknya. Ia menyampaikan sebentuk renungan, bahwa manusia sehebat apa pun, sekuat apa pun, setegar apa pun, tak seseorang pun mampu berpaling dari kekuatan yang Maha Kuasa. Penghambaan “aku” sempurna terlukis dalam sajak “Doa” di atas. Dengan sangat tulus dan jujur.

Jumat, 20 November 2020

Alkitab di Mata Penyair

Royyan Julian *

Menyelidiki narasi Alkitab yang diangkat dalam sebuah puisi akan menghasilkan temuan: apakah puisi itu merupakan hasil pembacaan ulang terhadap teks suci tersebut atau tidak; apakah puisi itu menjadi narasi baru yang berbeda dengan narasi yang ditampakkan teks suci atau tidak. Maka sebuah puisi bisa dikatakan produktif bila ia menampilkan wajah baru dari teks yang ditransformasikannya. Wajah baru tersebut ditulis dalam bahasa khas karya literer: langgam puitis.

Ketika Kelam Mendekam dalam Rahim Negeri Kami

Mario F. Lawi
Pos Kupang, 25 April 2010
 
PADA mulanya adalah cahaya. Cahaya itu bersumber dari rahim matahari. Cahaya itu bersama-sama dengan kami. Dan cahaya itu telah menjadi bagian dari kehidupan kami.
 
Di negeri ini, tanpa cahaya, tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Cahaya adalah denyut kehidupan kami.
A. Syauqi Sumbawi Abdullah Abubakar Batarfie Afrizal Malna Agung Sasongko Agus B. Harianto Agus Prasmono Agus R. Subagyo Ahmad Fatoni Ahmad Tohari Akhmad Sekhu al-Kindi Ali Audah Amien Kamil Andrenaline Katarsis Aprinus Salam Arafat Nur Asap Studio Awalludin GD Mualif Bagja Hidayat Bandung Mawardi Berita Berita Duka Bernadette Aderi Binhad Nurrohmat Brunel University London Butet Kartaredjasa Catatan Cerpen Chairil Anwar Darju Prasetya Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Dewi Sartika Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Saryono Dody Yan Masfa Dwi Cipta Eka Budianta Esai Evan Ys F. Rahardi Faris Al Faisal Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Fian Firatmaja Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L) Galuh Tulus Utama Gombloh Gusti Eka H.B. Jassin Hari Sulastri Herry Lamongan Hudan Hidayat Ibnu Wahyudi Ignas Kleden Ilham Imam Nawawi Imamuddin SA Imron Arlado Imron Tohari Indrawati Jauharotun Nafisah Iskandar Noe Iva Titin Shovia Jakob Oetama Johan Fabricius Jordaidan Rizsyah Jual Buku Sastra Kadjie Mudzakir Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khatijah Khoirul Inayah Ki Ompong Sudarsono Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Sastra Mangkubumen Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM) Komunitas Teater Se-Lamongan Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kuswinarto Laksmi Sitoresmi Larung Sastra Leo Tolstoy Linda Christanty Lutfi Mardiansyah M. Harir Muzakki M. Lutfi M. Yoesoef Mahamuda Mahendra Cipta Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marniati Mashuri Masuki M. Astro Max Arifin Muhammad Muhibbuddin Murnierida Pram Naim Ni Made Purnama Sari Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Nurel Javissyarqi Nurul Fahmy Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR PDS H.B. Jassin Pendidikan Pramoedya Ananta Toer Pringgo HR Pudyo Saptono Puisi Pustaka Bergerak Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Wijaya Rakai Lukman Ramdhan Triyadi Bempah Raudal Tanjung Banua Resensi Riezky Andhika Pradana Rokhim Sarkadek Royyan Julian Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Safitri Ningrum Sajak Sapardi Djoko Damono Saut Situmorang Sejarah Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Sosial Media Sastra Sudarmoko Sudirman Sumani Sumargono SN Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani T.A. Sakti Tangguh Pitoyo Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teater Pendopo nDalem Mangkubumen Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen) Tedy Kartyadi Tiyasa Jati Pramono Toeti Heraty Universitas Indonesia Veronika Ninik W.S. Rendra Wawancara Yona Primadesi Yudha Kristiawan Yudhistira ANM Massardi Zuhdi Swt Zul Afrita