Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

PENGUATAN SIKAP DAN PERILAKU POSITIF APRESIASI SASTRA (20)

Djoko Saryono *
 
Sebelumnya sudah diuraikan ihwal pemupukan sikap dan perilaku posistif yang dimiliki oleh pengapresiasi sastra. Sementara itu, penguatan sikap dan perilaku positif yang sudah dimiliki oleh pengapresiasi sastra dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Pertama, terus-menerus dan ajek memberikan pengalaman-pengalaman berkesan, menyenangkan, menggairahkan, menyegarkan, dan memikat dalam apresiasi sastra. Jika memungkinkan malahan meningkatkanya agar perolehan pengalaman-pengalaman itu tidak sama dan makin bervariasi serta tetap bermakna.

Minggu, 29 Agustus 2021

Riau dalam Pusaran Sastra Indonesia

Sunaryono Basuki Ks *
jawapos.com
 
Buku rujukan tentang sastrawan dan karya sastranya di Indonesia tidak banyak. Ernst Ullich Krastz, dosen di School of Oriental and African Studies, University of London, menyusun buku Bibliografi Karya Sastra Indonesia dalam Majalah berupa catatan tentang karya drama, prosa, dan puisi (Gadjah Mada University Press, 1989). Catatan yang dibuat Kratz melingkupi karya sastra yang terbit di dalam majalah (bukan buku dan koran) yang terbit antara 1920-1980.

Ngopi Sastra dan Semangat Kesusastraan

Matroni Muserang *
 
Sastra selalu menarik untuk di baca dan di raba. Sastra seperti ayat-ayat Tuhan yang tidak habis untuk di baca dan di tulis. Sastra adalah sabda yang tidak akan pernah selesai ditafsirkan. Oleh karenanya sampai deti ini dan detik kapan pun ia terus dicari dan dicintai, itulah mengapa ngopi sastra tiba-tiba lahir.
 
Munculnya Ngopi sastra berangkat dari obrolan saya dengan Sofyan RH Zaid vie WA, yang inti obrolan itu hanya satu yaitu bertemu. Saya yang sudah lama di balut rindu sama Sofyan RH Zaid karena dia tinggal di Bekasi, maka malam itu saya lupa malam apa dan tanggal berapa?

Rabu, 25 Agustus 2021

Tebekule, Konsep Kritik Sastra

Mihar Harahap *
analisadaily.com
 
Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Semula (tahun 80-an) saya adalah pembaca karya sastra. Menjadi peteater, pemuisi, pecerpen, penaskah drama dan mentok memilih pengeritik di Sumut.

Sastra Kritik Sastra

Idris Pasaribu
analisadaily.com
 
SETALAH, HB Jassin meninggal dunia, tak ada lagi kritik sastra yang tepat di Indonesia. Sastra butuh dikritik, karena tanpa kritik pembaca awan susah dijembatai, kata Sakinah Annisa Mariz (20 thn) dalam paparannya pada Seminar Nasional yang bertajuk “Kritik Sastra Indonesia Mutakhir” di Universitas Negeri Medan.

Teks-teks Semu pada Karya Sastra Sumut

Yulhasni
analisadaily.com
 
Polemik sastra dan politik dalam ranah sastra Sumatera Utara, sepertinya memang dalam tahap pengenalan. Diskursus yang semula diharapkan memberi peluang agar sastra di Sumut memberi peran yang lebih berarti akhirnya dipahami dalam bingkai sederhana. Sejumlah tulisan di harian ini dalam sebulan terakhir mengisyaratkan adanya perubahan cara pandang dari beberapa orang dalam menyimpulkan gagasan politik dalam sastra Sumut. Tentu saja cara pandang yang berbeda itu karena subjektivitas pemahaman dan itu sah dalam diskusi intelektual.

Selasa, 24 Agustus 2021

DAYA JELAJAH PAK DIAT YANG TIDAK ADA MATINYA

Mashuri *
 
Kepergian Akhudiat, atau yang karib disapa Cak Diat atau Pak Diat, pagi tadi, menambah daftar panjang duka seiring beberapa pemikir kebudayaan dan pelaku seni-budaya yang berpulang ke haribaan Sang Khalik. Saya sempat menahan diri untuk tidak mengunggah resah belasungkawa di status Pesbuk, karena sudah banyak status yang mengunggahnya –semata-mata bukan tidak merasa kehilangan, tetapi sudah banyak yang mengabarkannya, dan itu cukup bagi saya, meski hanya dengan umik-umik sekadarnya dan tak bisa takziah.

Minggu, 22 Agustus 2021

PUISI DESKRIPTIF MARDI LUHUNG *

Beni Setia **
 
SUDAH sejak lama orang berpikiran, kalau membuat puisi itu hanya bermain kata-kata, membuat penggalan-penggalan kalimat dengan rentetan (keberadaan) kata-katanya itu sengaja dihadirkan dan diikat oleh semacam hukum permainan bunyi yang diulang-ulang, persanjakan. Acuan sederhana kreasi yang melahirkan banjir produksi, dan melahir sinisme tentang ujud kepenyairan yang terkesan melulu menginpetarisasi orang nyinyir yang suka mrepet kelewat cinta persanjakan–persamaan bunyi vokal di antara sederet konsonan yang tak berharga–,

Jumat, 20 Agustus 2021

Sam Pik – Ing Tay, Satu-satunya pengaruh Sastra Cina dalam Sastra Bali

IDG Windhu Sancaya *
balipost.com
 
…., pegat jani caritayang, dadi nampi dina Cing Bing// Masan anak masembahyang, ka kuburan, muride telah mapamit, kewala sang kalih enu, Sam Pik sareng Ni Nyonyah, madabdaban jani lwas manganggur, ada taman, kema lakuna malali.

Denny JA adalah Muncikari yang Harus Dibunuh!

Denny JA, Kejahatan Intelektual, Pembodohan Sejarah Sastra Indonesia, Perusak Peradaban!


Muhammad Yasir

Rabu, 11 Agustus 2021

MENCARI SASTRA DAERAH BUGIS (MAKASSAR) DI TENGAH KONSTELASI SASTRA NASIONAL

Badaruddin Amir
 
Sastra Bugis memang belum banyak ditulis. Di tengah konstelasi sastra nasional sastra Bugis seolah-olah berhenti pada periode sastra klasik. Setelah itu tak ada generasi yang melanjutkan tradisi  bersastra dari para empu atau bujangga ‘anonim’ yang pernah menciptakan Pau-Pau Rikadong, atau menyusun kembali Sureq Meong Palo Karellae, atau syair-syair lagu (yang juga boleh disebut sastra) seperti Bulu Alau’na Tempe, Indo Logo, Ongkona Sidenreng dan sebagainya. Lagu-lagu Bugis klasik itu juga dikarang oleh para empu ‘anonim’.

Senin, 09 Agustus 2021

Belajar Memungkinkan Kreativitas

Hasan Aspahani *
tanjungpinangpos.id, 18 Feb 2018
 
TAK banyak penyair Indonesia yang menurut saya sudah punya rumah dengan alamat yang pasti di negeri puisi Indonesia. Di antara yang tak banyak itu adalah Sutardji Calzoum Bachri. Ketika kritikus Dami N Toda berkata Chairil adalah ibarat mata Anda yang kanan, maka Sutardji adalah Anda yang kiri, maka menurut saya, dia telah memberi isyarat yang gampang ditangkap: dimanakah rumah dan alamat Sutardji.

Kamis, 29 Juli 2021

Sastra Kota, Tantangan dan Pertumbuhan

Donny Anggoro
oase.kompas.com
 
Sastra adalah dunia imajinasi. Tak ada karya sastra paling imajiner yang sanggup memiliki wilayah otonomi mutlak, subjektif, bahkan tiada sangkut pautnya dengan individu atau kalangan tertentu seperti perkataan Adolfo Sanchez Vasquez “sastra lahir dalam ke-kini-an dan ke-di sini-an yang konkret” (Art and Society, Merlin Press, London, 1973). Memang Vasquez dalam buku tersebut menuliskan pandangannya dari kacamata Marxisme. Tapi dari pendapat Vasquez ada satu hal yang sulit ditolak: karya sastra tak mungkin lahir dari ruang kosong.

Rabu, 28 Juli 2021

Bahasa Ruhani

Kuswaidi Syafi’ie
kabarbangsa.com
 
Bahasa merupakan sarana bagi berlangsungnya transformasi pemahaman dari “orang pertama tunggal” kepada komunikannya atau sebaliknya. Dilukiskan bahwa ketika kerja bahasa berlangsung, di situ sesungguhnya terbentang jarak yang sedang diatasi di antara dua kutub atau lebih. Bahasa tampil sebagai aktualisasi dan perayaan terhadap “kebersamaan di antara aku-engkau” dalam pemahamannya yang luas dan majmuk.

Selasa, 27 Juli 2021

TERALIENASINYA MANUSIA DARI DUNIA YANG DIPERSEPSI DAN DIPOSISIKANNYA

Abdul Wachid B.S. *
badanbahasa.kemdikbud.go.id
 
Kesadaran terhadap ruang dan waktu adalah obsesivitas pribadi aku-lirik di dalam sajak-sajak Bagus Likurnianto. Kemarin, hari ini, dan esok senantiasa dipertanyakan eksistensinya oleh aku-lirik. Sampai batas yang paling ekstrem dia mempertanyakan, "Amaya, kita ini siapa?" Itulah bentuk dari pertanyaan-pertanyaan eksistensial aku-lirik di dalam banyak sajaknya, sebagaimana sebuah “Pawon”, yang telah membakar keheningan dalam dada:

Minggu, 25 Juli 2021

Sastra, Abdul Hadi WM, dan Orientasi Penciptaan

Ahmadun Yosi Herfanda *
infoanda.com/Republika
 
Peran dan keberadaan (eksistensi) Abdul Hadi WM dalam sastra Indonesia sangat paradigmatik. Dia tidak hanya muncul sebagai penyair dan sastrawan ternama, tapi juga membawa konsep estetika penting — puitika sufistik — yang cukup berpengaruh pada perkembangan kesastraan Indonesia pada masanya dan masa sesudahnya.

Jumat, 23 Juli 2021

MAKNA APRESIASI SASTRA (1)

Djoko Saryono *
 
Menurut hemat saya, secara operasional apresiasi sastra dapat dimaknai sebagai proses (kegiatan) pengindahan, penikmatan, penjiwaan, dan penghayatan karya sastra secara individual dan momentan, subjektif dan eksistensial, rohaniah dan budiah, khusuk dan kafah, dan intensif dan total supaya memperoleh sesuatu daripadanya sehingga tumbuh, berkembang, dan terpiara kepedulian, kepekaan, ketajaman, kecintaan, dan keterlibatan terhadap karya sastra.

POKOK PERSOALAN APRESIASI SASTRA (2)

Djoko Saryono *
 
Kita tahu, sastra menjadi pokok persoalan (subject matter) berbagai kegiatan yang bersangkutan dengan sastra. Bahkan bersangkutan juga dengan kegiatan di luar sastra. Disiplin ilmu sejarah, sosiologi, antropologi, dan keagamaan sering menjadikan sastra sebagai pokok persoalan. Sebagai contoh, ketika hendak melihat perubahan-perubahan yang terdapat dalam pribadi-pribadi masyarakat Jawa, Niels Mulder menganalisis beberapa novel Indonesia yang kuat warna kejawaannya.

Geliat Penyair Muda Madura

S Yoga
suarakarya-online.com
 
Madura selain terkenal sebagai pulau garam dan tembakau ternyata menyimpan banyak potensi, di antaranya dunia kepenyairan, sastrawan. Ini bisa kita lihat dari beberapa nama yang sudah malang melintang di dunia kepenyairan, sebut saja D Zawami Imron, Abdul Hadi WM, yang lebih muda lagi Jamal D Rahman, Ahmad Nurulah, Syaf Anton WR dan Hidayat Raharja.
A. Syauqi Sumbawi A.S. Dharta Abdul Hadi WM Abdul Wachid B.S. Abdullah Abubakar Batarfie Abdurrahman Wahid Achmad Faesol Achmad S Achmad Soeparno Yanto Adin Adrian Balu Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agung Sasongko Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Prasmono Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Mustofa Bisri Ahmad Tohari Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat al-Kindi Alex R. Nainggolan Ali Ahsan Al Haris Ali Audah Ali Syariati Amien Kamil Amien Wangsitalaja Andhika Dinata Andi Neneng Nur Fauziah Andra Nur Oktaviani Andrenaline Katarsis Andy Riza Hidayat Anindita S. Thayf Anton Kurniawan Anton Sudibyo Aprinus Salam Arafat Nur Arif Hidayat Arman A.Z. Arthur Rimbaud Asap Studio Asarpin Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Badaruddin Amir Bagja Hidayat Balada Bambang Riyanto Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernadette Aderi Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Butet Kartaredjasa Cak Bono Catatan Cecil Mariani Cerbung Cerpen Chairil Anwar Charles Bukowski Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dahta Gautama Daisy Priyanti Damhuri Muhammad Danarto Dara Nuzzul Ramadhan Dareen Tatour Darju Prasetya Darojat Gustian Syafaat Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Dewi Sartika Dharmadi Dhenok Kristianti Dian Wahyu Kusuma Dianing Widya Yudhistira Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Pitono Djoko Saryono Djoko Subinarto Doan Widhiandono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Anggoro Dwi Cipta Dwi Klik Santosa Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erik Purnama Putra Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esti Nuryani Kasam Evan Ys Evi Idawati F Aziz Manna F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fairuzul Mumtaz Fajar Alayubi Farah Noersativa Faris Al Faisal Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Faza Bina Al-Alim Feby Indirani Felix K. Nesi Fian Firatmaja Firman Wally Fiyan Arjun Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L) Franz Kafka Galih M. Rosyadi Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Garna Raditya Gendut Riyanto Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gurindam Gusti Eka H.B. Jassin Halim HD Hamdy Salad Hamka Hari Sulastri Hasan Aspahani Hasan Gauk Hasbi Zainuddin Hasif Amini Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Hermawan Mappiwali Herry Lamongan Hikmat Gumelar HM. Nasruddin Anshoriy Ch Hudan Hidayat Humam S Chudori Ibnu Wahyudi Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Iksaka Banu Ilham Imam Muhayat Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Arlado Imron Tohari Indra Tjahyadi Indrawati Jauharotun Nafisah Indrian Koto Inung As Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Ismi Wahid Iva Titin Shovia Iwan Fals Iwan Kurniawan Jakob Oetama Janual Aidi JJ. Kusni Johan Fabricius John H. McGlynn Jordaidan Rizsyah Jual Buku Sastra K.H. A. Azis Masyhuri Kadjie Mudzakir Kahfie Nazaruddin Kahlil Gibran Kamajaya Al. Katuuk Kamran Dikarma Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khatijah Khoirul Inayah Ki Dhalang Sulang Ki Ompong Sudarsono Kikin Kuswandi Kodirun Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM) Komunitas Teater Se-Lamongan Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kucing Oren Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto L.K. Ara Laksmi Shitaresmi Lan Fang Larung Sastra Latief S. Nugraha lensasastra.id Leo Tolstoy Leon Agusta Linda Christanty Lutfi Mardiansyah M. Aan Mansyur M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Harir Muzakki M. Lutfi M. Shoim Anwar M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marniati Martin Aleida Mashuri Masuki M. Astro Matroni Muserang Mawar Kusuma Max Arifin Melani Budianta Mihar Harahap Mikael Johani Miziansyah J. Moch. Fathoni Arief Moh. Ghufron Cholid Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Muhammad Hanif Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mulyadi SA Munawir Aziz Murnierida Pram Myra Sidharta Nadia Cahyani Naim Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nessa Kartika Ni Made Purnama Sari Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Noor H. Dee Nurel Javissyarqi Nurul Fahmy Nurul Ilmi Elbana Nyoman Tusthi Eddy Ong Hok Ham Orasi Budaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Pablo Neruda Pay Jarot Sujarwo PDS H.B. Jassin Pendidikan Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringgo HR Prosa Pudyo Saptono Puisi Pustaka Bergerak Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin Qismatun Nihayah R Sutandya Yudha Khaidar R Toto Sugiharto R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prambudhi Dikimara Rambuana Ramdhan Triyadi Bempah Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Ricarda Huch Riezky Andhika Pradana Riki Dhamparan Putra Rizki Aprima Putra Rokhim Sarkadek Rony Agustinus Royyan Julian Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Ruth Indiah Rahayu S Yoga S. Arimba S. Jai Sabrank Suparno Safitri Ningrum Sahaya Santayana Sahli Hamid Saini KM Sajak Salvator Yen Joenaidy Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Selendang Sulaiman Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setyaningsih Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosial Media Sastra Sosiawan Leak Sovian Lawendatu Sudarmoko Sudirman Sugeng Sulaksono Sugito Ha Es Sumani Sumargono SN Suminto A. Sayuti Sunaryata Soemarjo Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suryanto Sastroatmodjo Susie Evidia Y Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka T Agus Khaidir T.A. Sakti Tangguh Pitoyo Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen) Teater Tawon Tedy Kartyadi Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tiya Hapitiawati Tiyasa Jati Pramono Toeti Heraty TS Pinang Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Usman Arrumy UU Hamidy Veronika Ninik Vika Wisnu W.S. Rendra Wahyu Triono Ks Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Jengki Sunarta Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wilda Fizriyani Willy Ana Y Alpriyanti Y.B. Mangunwijaya Yanto le Honzo Yasin Susilo Yasir Amri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudha Kristiawan Yudhistira ANM Massardi Yulhasni Zehan Zareez Zuhdi Swt Zul Afrita