Tampilkan postingan dengan label Sosial Media Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Media Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

PENGUATAN SIKAP DAN PERILAKU POSITIF APRESIASI SASTRA (20)

Djoko Saryono *
 
Sebelumnya sudah diuraikan ihwal pemupukan sikap dan perilaku posistif yang dimiliki oleh pengapresiasi sastra. Sementara itu, penguatan sikap dan perilaku positif yang sudah dimiliki oleh pengapresiasi sastra dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Pertama, terus-menerus dan ajek memberikan pengalaman-pengalaman berkesan, menyenangkan, menggairahkan, menyegarkan, dan memikat dalam apresiasi sastra. Jika memungkinkan malahan meningkatkanya agar perolehan pengalaman-pengalaman itu tidak sama dan makin bervariasi serta tetap bermakna.

Cerpen Terbaik Bilik Sastra VOI RRI: Karya Nadia Cahyani dan Nessa Kartika

Pipiet Senja *
 
Membincang Karya TKI
 
Bilik Sastra mengudara mulai Minggu, 16 Januari 2011 pukul 13.05 sd 14.00 WIB. Siarannya melalui live streaming VOI, http://id.voi.co.id/. Siaran kedua yang merupakan launching secara resmi dilaksanakan 23 Januari 2011, langsung dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin Taman Ismail Marzuki.

Minggu, 29 Agustus 2021

Riau dalam Pusaran Sastra Indonesia

Sunaryono Basuki Ks *
jawapos.com
 
Buku rujukan tentang sastrawan dan karya sastranya di Indonesia tidak banyak. Ernst Ullich Krastz, dosen di School of Oriental and African Studies, University of London, menyusun buku Bibliografi Karya Sastra Indonesia dalam Majalah berupa catatan tentang karya drama, prosa, dan puisi (Gadjah Mada University Press, 1989). Catatan yang dibuat Kratz melingkupi karya sastra yang terbit di dalam majalah (bukan buku dan koran) yang terbit antara 1920-1980.

Ngopi Sastra dan Semangat Kesusastraan

Matroni Muserang *
 
Sastra selalu menarik untuk di baca dan di raba. Sastra seperti ayat-ayat Tuhan yang tidak habis untuk di baca dan di tulis. Sastra adalah sabda yang tidak akan pernah selesai ditafsirkan. Oleh karenanya sampai deti ini dan detik kapan pun ia terus dicari dan dicintai, itulah mengapa ngopi sastra tiba-tiba lahir.
 
Munculnya Ngopi sastra berangkat dari obrolan saya dengan Sofyan RH Zaid vie WA, yang inti obrolan itu hanya satu yaitu bertemu. Saya yang sudah lama di balut rindu sama Sofyan RH Zaid karena dia tinggal di Bekasi, maka malam itu saya lupa malam apa dan tanggal berapa?

Rabu, 25 Agustus 2021

Pasang Surut Penerbitan Novel dalam Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
SKM Flores Pos Net, edisi Minggu II, Agu 2021
 
Sebelum membahas pasang surut penerbitan karya novel dalam sastra NTT, saya perlu menginformasikan data jumlah buku novel karya para sastrawan NTT sejak terbit pertama kali tahun 1964 sampai dengan pertengahan 2021 (selama 57 tahun) ini. Selama 57 tahun ini, penerbitan buku novel dalam sastra NTT berjumlah 84 judul, karya belasan sastrawan NTT.

Kampus USU Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra

Yulhasni
analisadaily.com
 
Siapa yang tak mengenal Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kreatifitas sastranya? Agak terkesan arogan memang, tetapi barangkali pernyataan itu sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam atas apa yang sering saya sebut sebagai “kemandekan kreatifitas sastra”.
 
Saya tidak punya referensi yang akurat soal sejarah perkembangan kreatifitas sastra di USU. Hanya dari beberapa literatur yang sempat saya akses dan bincang-bincang dengan alumni, USU atau dipersempit dengan Fakultas Sastra USU (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), USU pernah melahirkan sejumlah penyair, cerpenis, dan esais/kritikus sastra.

Tebekule, Konsep Kritik Sastra

Mihar Harahap *
analisadaily.com
 
Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Semula (tahun 80-an) saya adalah pembaca karya sastra. Menjadi peteater, pemuisi, pecerpen, penaskah drama dan mentok memilih pengeritik di Sumut.

Komunitas Seni Medan Terbitkan Kumpulan Cerpen

Andy Riza Hidayat
oase.kompas.com
 
Penulis cerita pendek (cerpen) Medan yang tergabung dalam Komunitas Seni Medan menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku. Buku berjudul Kumpulan Cerpen Medan ini berisi tentang 15 cerpen berlatarbelakang beragam persoalan di Medan.
 
“Sepanjang yang saya ketahui, belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong kmai menerbitkan buku kumpulan cerpen ini,” tutur Ketua Komunitas Seni Medan (KSM) Teja Purnama, Jumat (4/12) saat peluncuran buku di Taman Budaya Sumatera Utara.

Sastra Kritik Sastra

Idris Pasaribu
analisadaily.com
 
SETALAH, HB Jassin meninggal dunia, tak ada lagi kritik sastra yang tepat di Indonesia. Sastra butuh dikritik, karena tanpa kritik pembaca awan susah dijembatai, kata Sakinah Annisa Mariz (20 thn) dalam paparannya pada Seminar Nasional yang bertajuk “Kritik Sastra Indonesia Mutakhir” di Universitas Negeri Medan.

Perihal Kreatifitas Sastra (Kampus Usu dan Media Massa)

Bambang Riyanto *
analisadaily.com
 
Belakangan nama Universitas Sumatera Utara (USU) dalam konteks memajukan Sastra Indonesia menjadi bahan diskusi yang cukup hangat. Pertama kali oleh Yulhasni, dosen Sastra Indonesia UMSU yang juga merupakan alumni Sastra Indonesia USU ini, menulis artikel dengan judul Kampus Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra.

Teks-teks Semu pada Karya Sastra Sumut

Yulhasni
analisadaily.com
 
Polemik sastra dan politik dalam ranah sastra Sumatera Utara, sepertinya memang dalam tahap pengenalan. Diskursus yang semula diharapkan memberi peluang agar sastra di Sumut memberi peran yang lebih berarti akhirnya dipahami dalam bingkai sederhana. Sejumlah tulisan di harian ini dalam sebulan terakhir mengisyaratkan adanya perubahan cara pandang dari beberapa orang dalam menyimpulkan gagasan politik dalam sastra Sumut. Tentu saja cara pandang yang berbeda itu karena subjektivitas pemahaman dan itu sah dalam diskusi intelektual.

Selasa, 24 Agustus 2021

DAYA JELAJAH PAK DIAT YANG TIDAK ADA MATINYA

Mashuri *
 
Kepergian Akhudiat, atau yang karib disapa Cak Diat atau Pak Diat, pagi tadi, menambah daftar panjang duka seiring beberapa pemikir kebudayaan dan pelaku seni-budaya yang berpulang ke haribaan Sang Khalik. Saya sempat menahan diri untuk tidak mengunggah resah belasungkawa di status Pesbuk, karena sudah banyak status yang mengunggahnya –semata-mata bukan tidak merasa kehilangan, tetapi sudah banyak yang mengabarkannya, dan itu cukup bagi saya, meski hanya dengan umik-umik sekadarnya dan tak bisa takziah.

Minggu, 22 Agustus 2021

DKJ NET dan Situs Kritik Sastra Tengara.id Resmi Diluncurkan

tengara.id dan DKJ NET Diluncurkan Dewan Kesenian Jakarta

 
Farah Noersativa, Reiny Dwinanda

PUISI DESKRIPTIF MARDI LUHUNG *

Beni Setia **
 
SUDAH sejak lama orang berpikiran, kalau membuat puisi itu hanya bermain kata-kata, membuat penggalan-penggalan kalimat dengan rentetan (keberadaan) kata-katanya itu sengaja dihadirkan dan diikat oleh semacam hukum permainan bunyi yang diulang-ulang, persanjakan. Acuan sederhana kreasi yang melahirkan banjir produksi, dan melahir sinisme tentang ujud kepenyairan yang terkesan melulu menginpetarisasi orang nyinyir yang suka mrepet kelewat cinta persanjakan–persamaan bunyi vokal di antara sederet konsonan yang tak berharga–,

Buku-Buku tanpa Kata

Setyaningsih *
Republika, 07 Agu 2016
 
Tanpa kata-kata, sebuah buku tetap menjadi buku. Memasuki toko buku akhir-akhir ini, kita bisa disapa oleh sekelompok buku tanpa kata-kata sebagai isian makna. Kata-kata barangkali hanya judul, pengantar, atau selingan, bukan kata-kata untuk dibaca.

Tubuh Kota dalam Representasi Seni Pertunjukan “Outdoor”

Sepotong Catatan dari Journal of Moment Arts 2003 di Makassar
 
Yanto le Honzo
sinarharapan.co.id
 
Journal of Moment Arts (JOMA) adalah program rutin tahunan yang diadakan Sanggar Merah Putih Makassar. Tahun ini adalah kali keempat mereka mengadakannya, mulai tanggal 20-25 Oktober 2003. Untuk tahun ini, mereka memilih wilayah kesenian outdoor sebagai pernyataan dan ekspresi berkesenian, dengan tema “Kota dalam Tubuhku”. JOMA menempatkan visinya pada ruang-ruang publik kota dalam memandang seni pertunjukan sebagai representasi dari kebudayaan kota.

Minirtiwikin Djidi Gilijipi

Doan Widhiandono *
jawapos.com
 
SAYA menyambut baik kreativitas H M. Cheng Ho Djadi Galajapo pada bagian Kata Djadi (halaman vii) buku ini. Di situ Djadi memberikan kata sambutan menggunakan huruf vokal ”i” seluruhnya.
 
Menurut pelawak dedengkot grup kocak Galajapo tersebut, pemakaian huruf ”i” vokal dalam kalimat-kalimatnya adalah salah satu bentuk penghematan. Selain itu, huruf ”i” dipilih lantaran pengucapannya tak perlu membuka mulut lebar-lebar. Menurut Djadi, membuka mulut secara lebar mengesankan sebagai orang yang sombong.

SELAMAT JALAN, PAK BUDI DARMA

Feby Indirani

KAU TAK PERGI, MELAINKAN PULANG

Djoko Saryono
A. Syauqi Sumbawi A.S. Dharta Abdul Hadi WM Abdul Wachid B.S. Abdullah Abubakar Batarfie Abdurrahman Wahid Achmad Faesol Achmad S Achmad Soeparno Yanto Adin Adrian Balu Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agung Sasongko Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Prasmono Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Mustofa Bisri Ahmad Tohari Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat al-Kindi Alex R. Nainggolan Ali Ahsan Al Haris Ali Audah Ali Syariati Amien Kamil Amien Wangsitalaja Andhika Dinata Andi Neneng Nur Fauziah Andra Nur Oktaviani Andrenaline Katarsis Andy Riza Hidayat Anindita S. Thayf Anton Kurniawan Anton Sudibyo Aprinus Salam Arafat Nur Arif Hidayat Arman A.Z. Arthur Rimbaud Asap Studio Asarpin Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Badaruddin Amir Bagja Hidayat Balada Bambang Riyanto Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernadette Aderi Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Butet Kartaredjasa Cak Bono Catatan Cecil Mariani Cerbung Cerpen Chairil Anwar Charles Bukowski Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dahta Gautama Daisy Priyanti Damhuri Muhammad Danarto Dara Nuzzul Ramadhan Dareen Tatour Darju Prasetya Darojat Gustian Syafaat Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Dewi Sartika Dharmadi Dhenok Kristianti Dian Wahyu Kusuma Dianing Widya Yudhistira Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Pitono Djoko Saryono Djoko Subinarto Doan Widhiandono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Anggoro Dwi Cipta Dwi Klik Santosa Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erik Purnama Putra Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esti Nuryani Kasam Evan Ys Evi Idawati F Aziz Manna F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fairuzul Mumtaz Fajar Alayubi Farah Noersativa Faris Al Faisal Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Faza Bina Al-Alim Feby Indirani Felix K. Nesi Fian Firatmaja Firman Wally Fiyan Arjun Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L) Franz Kafka Galih M. Rosyadi Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Garna Raditya Gendut Riyanto Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gurindam Gusti Eka H.B. Jassin Halim HD Hamdy Salad Hamka Hari Sulastri Hasan Aspahani Hasan Gauk Hasbi Zainuddin Hasif Amini Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Hermawan Mappiwali Herry Lamongan Hikmat Gumelar HM. Nasruddin Anshoriy Ch Hudan Hidayat Humam S Chudori Ibnu Wahyudi Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Iksaka Banu Ilham Imam Muhayat Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Arlado Imron Tohari Indra Tjahyadi Indrawati Jauharotun Nafisah Indrian Koto Inung As Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Ismi Wahid Iva Titin Shovia Iwan Fals Iwan Kurniawan Jakob Oetama Janual Aidi JJ. Kusni Johan Fabricius John H. McGlynn Jordaidan Rizsyah Jual Buku Sastra K.H. A. Azis Masyhuri Kadjie Mudzakir Kahfie Nazaruddin Kahlil Gibran Kamajaya Al. Katuuk Kamran Dikarma Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khatijah Khoirul Inayah Ki Dhalang Sulang Ki Ompong Sudarsono Kikin Kuswandi Kodirun Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM) Komunitas Teater Se-Lamongan Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kucing Oren Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto L.K. Ara Laksmi Shitaresmi Lan Fang Larung Sastra Latief S. Nugraha lensasastra.id Leo Tolstoy Leon Agusta Linda Christanty Lutfi Mardiansyah M. Aan Mansyur M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Harir Muzakki M. Lutfi M. Shoim Anwar M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marniati Martin Aleida Mashuri Masuki M. Astro Matroni Muserang Mawar Kusuma Max Arifin Melani Budianta Mihar Harahap Mikael Johani Miziansyah J. Moch. Fathoni Arief Moh. Ghufron Cholid Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Muhammad Hanif Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mulyadi SA Munawir Aziz Murnierida Pram Myra Sidharta Nadia Cahyani Naim Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nessa Kartika Ni Made Purnama Sari Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Noor H. Dee Nurel Javissyarqi Nurul Fahmy Nurul Ilmi Elbana Nyoman Tusthi Eddy Ong Hok Ham Orasi Budaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Pablo Neruda Pay Jarot Sujarwo PDS H.B. Jassin Pendidikan Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringgo HR Prosa Pudyo Saptono Puisi Pustaka Bergerak Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin Qismatun Nihayah R Sutandya Yudha Khaidar R Toto Sugiharto R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prambudhi Dikimara Rambuana Ramdhan Triyadi Bempah Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Ricarda Huch Riezky Andhika Pradana Riki Dhamparan Putra Rizki Aprima Putra Rokhim Sarkadek Rony Agustinus Royyan Julian Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Ruth Indiah Rahayu S Yoga S. Arimba S. Jai Sabrank Suparno Safitri Ningrum Sahaya Santayana Sahli Hamid Saini KM Sajak Salvator Yen Joenaidy Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Selendang Sulaiman Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setyaningsih Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosial Media Sastra Sosiawan Leak Sovian Lawendatu Sudarmoko Sudirman Sugeng Sulaksono Sugito Ha Es Sumani Sumargono SN Suminto A. Sayuti Sunaryata Soemarjo Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suryanto Sastroatmodjo Susie Evidia Y Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka T Agus Khaidir T.A. Sakti Tangguh Pitoyo Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen) Teater Tawon Tedy Kartyadi Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tiya Hapitiawati Tiyasa Jati Pramono Toeti Heraty TS Pinang Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Usman Arrumy UU Hamidy Veronika Ninik Vika Wisnu W.S. Rendra Wahyu Triono Ks Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Jengki Sunarta Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wilda Fizriyani Willy Ana Y Alpriyanti Y.B. Mangunwijaya Yanto le Honzo Yasin Susilo Yasir Amri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudha Kristiawan Yudhistira ANM Massardi Yulhasni Zehan Zareez Zuhdi Swt Zul Afrita