Djoko Saryono *
Sebelumnya sudah diuraikan ihwal pemupukan sikap dan perilaku posistif yang
dimiliki oleh pengapresiasi sastra. Sementara itu, penguatan sikap dan perilaku
positif yang sudah dimiliki oleh pengapresiasi sastra dapat dilakukan dengan
cara-cara sebagai berikut. Pertama, terus-menerus dan ajek memberikan
pengalaman-pengalaman berkesan, menyenangkan, menggairahkan, menyegarkan, dan
memikat dalam apresiasi sastra. Jika memungkinkan malahan meningkatkanya agar
perolehan pengalaman-pengalaman itu tidak sama dan makin bervariasi serta tetap
bermakna.
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Sosial Media Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Media Sastra. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Agustus 2021
Cerpen Terbaik Bilik Sastra VOI RRI: Karya Nadia Cahyani dan Nessa Kartika
Pipiet Senja *
Membincang Karya TKI
Bilik Sastra mengudara mulai Minggu, 16 Januari 2011 pukul 13.05 sd 14.00 WIB. Siarannya melalui live streaming VOI, http://id.voi.co.id/. Siaran kedua yang merupakan launching secara resmi dilaksanakan 23 Januari 2011, langsung dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin Taman Ismail Marzuki.
Membincang Karya TKI
Bilik Sastra mengudara mulai Minggu, 16 Januari 2011 pukul 13.05 sd 14.00 WIB. Siarannya melalui live streaming VOI, http://id.voi.co.id/. Siaran kedua yang merupakan launching secara resmi dilaksanakan 23 Januari 2011, langsung dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin Taman Ismail Marzuki.
Minggu, 29 Agustus 2021
Riau dalam Pusaran Sastra Indonesia
Sunaryono Basuki Ks *
jawapos.com
Buku rujukan tentang sastrawan dan karya sastranya di Indonesia tidak banyak. Ernst Ullich Krastz, dosen di School of Oriental and African Studies, University of London, menyusun buku Bibliografi Karya Sastra Indonesia dalam Majalah berupa catatan tentang karya drama, prosa, dan puisi (Gadjah Mada University Press, 1989). Catatan yang dibuat Kratz melingkupi karya sastra yang terbit di dalam majalah (bukan buku dan koran) yang terbit antara 1920-1980.
jawapos.com
Buku rujukan tentang sastrawan dan karya sastranya di Indonesia tidak banyak. Ernst Ullich Krastz, dosen di School of Oriental and African Studies, University of London, menyusun buku Bibliografi Karya Sastra Indonesia dalam Majalah berupa catatan tentang karya drama, prosa, dan puisi (Gadjah Mada University Press, 1989). Catatan yang dibuat Kratz melingkupi karya sastra yang terbit di dalam majalah (bukan buku dan koran) yang terbit antara 1920-1980.
Ngopi Sastra dan Semangat Kesusastraan
Matroni Muserang *
Sastra selalu menarik untuk di baca dan di raba. Sastra seperti ayat-ayat Tuhan yang tidak habis untuk di baca dan di tulis. Sastra adalah sabda yang tidak akan pernah selesai ditafsirkan. Oleh karenanya sampai deti ini dan detik kapan pun ia terus dicari dan dicintai, itulah mengapa ngopi sastra tiba-tiba lahir.
Munculnya Ngopi sastra berangkat dari obrolan saya dengan Sofyan RH Zaid vie WA, yang inti obrolan itu hanya satu yaitu bertemu. Saya yang sudah lama di balut rindu sama Sofyan RH Zaid karena dia tinggal di Bekasi, maka malam itu saya lupa malam apa dan tanggal berapa?
Sastra selalu menarik untuk di baca dan di raba. Sastra seperti ayat-ayat Tuhan yang tidak habis untuk di baca dan di tulis. Sastra adalah sabda yang tidak akan pernah selesai ditafsirkan. Oleh karenanya sampai deti ini dan detik kapan pun ia terus dicari dan dicintai, itulah mengapa ngopi sastra tiba-tiba lahir.
Munculnya Ngopi sastra berangkat dari obrolan saya dengan Sofyan RH Zaid vie WA, yang inti obrolan itu hanya satu yaitu bertemu. Saya yang sudah lama di balut rindu sama Sofyan RH Zaid karena dia tinggal di Bekasi, maka malam itu saya lupa malam apa dan tanggal berapa?
Jumat, 27 Agustus 2021
Hakikat Bahasa, Mantra, dan Tanggung Jawab
(Tanggapan atas buku Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum
Bachri)
Rabu, 25 Agustus 2021
Pasang Surut Penerbitan Novel dalam Sastra NTT
Yohanes Sehandi *
SKM Flores Pos Net, edisi Minggu II, Agu 2021
Sebelum membahas pasang surut penerbitan karya novel dalam sastra NTT, saya perlu menginformasikan data jumlah buku novel karya para sastrawan NTT sejak terbit pertama kali tahun 1964 sampai dengan pertengahan 2021 (selama 57 tahun) ini. Selama 57 tahun ini, penerbitan buku novel dalam sastra NTT berjumlah 84 judul, karya belasan sastrawan NTT.
SKM Flores Pos Net, edisi Minggu II, Agu 2021
Sebelum membahas pasang surut penerbitan karya novel dalam sastra NTT, saya perlu menginformasikan data jumlah buku novel karya para sastrawan NTT sejak terbit pertama kali tahun 1964 sampai dengan pertengahan 2021 (selama 57 tahun) ini. Selama 57 tahun ini, penerbitan buku novel dalam sastra NTT berjumlah 84 judul, karya belasan sastrawan NTT.
Kampus USU Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra
Yulhasni
analisadaily.com
Siapa yang tak mengenal Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kreatifitas sastranya? Agak terkesan arogan memang, tetapi barangkali pernyataan itu sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam atas apa yang sering saya sebut sebagai “kemandekan kreatifitas sastra”.
Saya tidak punya referensi yang akurat soal sejarah perkembangan kreatifitas sastra di USU. Hanya dari beberapa literatur yang sempat saya akses dan bincang-bincang dengan alumni, USU atau dipersempit dengan Fakultas Sastra USU (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), USU pernah melahirkan sejumlah penyair, cerpenis, dan esais/kritikus sastra.
analisadaily.com
Siapa yang tak mengenal Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kreatifitas sastranya? Agak terkesan arogan memang, tetapi barangkali pernyataan itu sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam atas apa yang sering saya sebut sebagai “kemandekan kreatifitas sastra”.
Saya tidak punya referensi yang akurat soal sejarah perkembangan kreatifitas sastra di USU. Hanya dari beberapa literatur yang sempat saya akses dan bincang-bincang dengan alumni, USU atau dipersempit dengan Fakultas Sastra USU (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), USU pernah melahirkan sejumlah penyair, cerpenis, dan esais/kritikus sastra.
Tebekule, Konsep Kritik Sastra
Mihar Harahap *
analisadaily.com
Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Semula (tahun 80-an) saya adalah pembaca karya sastra. Menjadi peteater, pemuisi, pecerpen, penaskah drama dan mentok memilih pengeritik di Sumut.
analisadaily.com
Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Semula (tahun 80-an) saya adalah pembaca karya sastra. Menjadi peteater, pemuisi, pecerpen, penaskah drama dan mentok memilih pengeritik di Sumut.
Komunitas Seni Medan Terbitkan Kumpulan Cerpen
Andy Riza Hidayat
oase.kompas.com
Penulis cerita pendek (cerpen) Medan yang tergabung dalam Komunitas Seni Medan menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku. Buku berjudul Kumpulan Cerpen Medan ini berisi tentang 15 cerpen berlatarbelakang beragam persoalan di Medan.
“Sepanjang yang saya ketahui, belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong kmai menerbitkan buku kumpulan cerpen ini,” tutur Ketua Komunitas Seni Medan (KSM) Teja Purnama, Jumat (4/12) saat peluncuran buku di Taman Budaya Sumatera Utara.
oase.kompas.com
Penulis cerita pendek (cerpen) Medan yang tergabung dalam Komunitas Seni Medan menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku. Buku berjudul Kumpulan Cerpen Medan ini berisi tentang 15 cerpen berlatarbelakang beragam persoalan di Medan.
“Sepanjang yang saya ketahui, belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong kmai menerbitkan buku kumpulan cerpen ini,” tutur Ketua Komunitas Seni Medan (KSM) Teja Purnama, Jumat (4/12) saat peluncuran buku di Taman Budaya Sumatera Utara.
Sastra Kritik Sastra
Idris Pasaribu
analisadaily.com
SETALAH, HB Jassin meninggal dunia, tak ada lagi kritik sastra yang tepat di Indonesia. Sastra butuh dikritik, karena tanpa kritik pembaca awan susah dijembatai, kata Sakinah Annisa Mariz (20 thn) dalam paparannya pada Seminar Nasional yang bertajuk “Kritik Sastra Indonesia Mutakhir” di Universitas Negeri Medan.
analisadaily.com
SETALAH, HB Jassin meninggal dunia, tak ada lagi kritik sastra yang tepat di Indonesia. Sastra butuh dikritik, karena tanpa kritik pembaca awan susah dijembatai, kata Sakinah Annisa Mariz (20 thn) dalam paparannya pada Seminar Nasional yang bertajuk “Kritik Sastra Indonesia Mutakhir” di Universitas Negeri Medan.
Perihal Kreatifitas Sastra (Kampus Usu dan Media Massa)
Bambang Riyanto *
analisadaily.com
Belakangan nama Universitas Sumatera Utara (USU) dalam konteks memajukan Sastra Indonesia menjadi bahan diskusi yang cukup hangat. Pertama kali oleh Yulhasni, dosen Sastra Indonesia UMSU yang juga merupakan alumni Sastra Indonesia USU ini, menulis artikel dengan judul Kampus Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra.
analisadaily.com
Belakangan nama Universitas Sumatera Utara (USU) dalam konteks memajukan Sastra Indonesia menjadi bahan diskusi yang cukup hangat. Pertama kali oleh Yulhasni, dosen Sastra Indonesia UMSU yang juga merupakan alumni Sastra Indonesia USU ini, menulis artikel dengan judul Kampus Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra.
Teks-teks Semu pada Karya Sastra Sumut
Yulhasni
analisadaily.com
Polemik sastra dan politik dalam ranah sastra Sumatera Utara, sepertinya memang dalam tahap pengenalan. Diskursus yang semula diharapkan memberi peluang agar sastra di Sumut memberi peran yang lebih berarti akhirnya dipahami dalam bingkai sederhana. Sejumlah tulisan di harian ini dalam sebulan terakhir mengisyaratkan adanya perubahan cara pandang dari beberapa orang dalam menyimpulkan gagasan politik dalam sastra Sumut. Tentu saja cara pandang yang berbeda itu karena subjektivitas pemahaman dan itu sah dalam diskusi intelektual.
analisadaily.com
Polemik sastra dan politik dalam ranah sastra Sumatera Utara, sepertinya memang dalam tahap pengenalan. Diskursus yang semula diharapkan memberi peluang agar sastra di Sumut memberi peran yang lebih berarti akhirnya dipahami dalam bingkai sederhana. Sejumlah tulisan di harian ini dalam sebulan terakhir mengisyaratkan adanya perubahan cara pandang dari beberapa orang dalam menyimpulkan gagasan politik dalam sastra Sumut. Tentu saja cara pandang yang berbeda itu karena subjektivitas pemahaman dan itu sah dalam diskusi intelektual.
Selasa, 24 Agustus 2021
DAYA JELAJAH PAK DIAT YANG TIDAK ADA MATINYA
Mashuri *
Kepergian Akhudiat, atau yang karib disapa Cak Diat atau Pak Diat, pagi tadi, menambah daftar panjang duka seiring beberapa pemikir kebudayaan dan pelaku seni-budaya yang berpulang ke haribaan Sang Khalik. Saya sempat menahan diri untuk tidak mengunggah resah belasungkawa di status Pesbuk, karena sudah banyak status yang mengunggahnya –semata-mata bukan tidak merasa kehilangan, tetapi sudah banyak yang mengabarkannya, dan itu cukup bagi saya, meski hanya dengan umik-umik sekadarnya dan tak bisa takziah.
Kepergian Akhudiat, atau yang karib disapa Cak Diat atau Pak Diat, pagi tadi, menambah daftar panjang duka seiring beberapa pemikir kebudayaan dan pelaku seni-budaya yang berpulang ke haribaan Sang Khalik. Saya sempat menahan diri untuk tidak mengunggah resah belasungkawa di status Pesbuk, karena sudah banyak status yang mengunggahnya –semata-mata bukan tidak merasa kehilangan, tetapi sudah banyak yang mengabarkannya, dan itu cukup bagi saya, meski hanya dengan umik-umik sekadarnya dan tak bisa takziah.
Minggu, 22 Agustus 2021
PUISI DESKRIPTIF MARDI LUHUNG *
Beni Setia **
SUDAH sejak lama orang berpikiran, kalau membuat puisi itu hanya bermain kata-kata, membuat penggalan-penggalan kalimat dengan rentetan (keberadaan) kata-katanya itu sengaja dihadirkan dan diikat oleh semacam hukum permainan bunyi yang diulang-ulang, persanjakan. Acuan sederhana kreasi yang melahirkan banjir produksi, dan melahir sinisme tentang ujud kepenyairan yang terkesan melulu menginpetarisasi orang nyinyir yang suka mrepet kelewat cinta persanjakan–persamaan bunyi vokal di antara sederet konsonan yang tak berharga–,
SUDAH sejak lama orang berpikiran, kalau membuat puisi itu hanya bermain kata-kata, membuat penggalan-penggalan kalimat dengan rentetan (keberadaan) kata-katanya itu sengaja dihadirkan dan diikat oleh semacam hukum permainan bunyi yang diulang-ulang, persanjakan. Acuan sederhana kreasi yang melahirkan banjir produksi, dan melahir sinisme tentang ujud kepenyairan yang terkesan melulu menginpetarisasi orang nyinyir yang suka mrepet kelewat cinta persanjakan–persamaan bunyi vokal di antara sederet konsonan yang tak berharga–,
Buku-Buku tanpa Kata
Setyaningsih *
Republika, 07 Agu 2016
Tanpa kata-kata, sebuah buku tetap menjadi buku. Memasuki toko buku akhir-akhir ini, kita bisa disapa oleh sekelompok buku tanpa kata-kata sebagai isian makna. Kata-kata barangkali hanya judul, pengantar, atau selingan, bukan kata-kata untuk dibaca.
Republika, 07 Agu 2016
Tanpa kata-kata, sebuah buku tetap menjadi buku. Memasuki toko buku akhir-akhir ini, kita bisa disapa oleh sekelompok buku tanpa kata-kata sebagai isian makna. Kata-kata barangkali hanya judul, pengantar, atau selingan, bukan kata-kata untuk dibaca.
Tubuh Kota dalam Representasi Seni Pertunjukan “Outdoor”
Sepotong Catatan dari Journal of Moment Arts 2003 di Makassar
Yanto le Honzo
sinarharapan.co.id
Journal of Moment Arts (JOMA) adalah program rutin tahunan yang diadakan Sanggar Merah Putih Makassar. Tahun ini adalah kali keempat mereka mengadakannya, mulai tanggal 20-25 Oktober 2003. Untuk tahun ini, mereka memilih wilayah kesenian outdoor sebagai pernyataan dan ekspresi berkesenian, dengan tema “Kota dalam Tubuhku”. JOMA menempatkan visinya pada ruang-ruang publik kota dalam memandang seni pertunjukan sebagai representasi dari kebudayaan kota.
Yanto le Honzo
sinarharapan.co.id
Journal of Moment Arts (JOMA) adalah program rutin tahunan yang diadakan Sanggar Merah Putih Makassar. Tahun ini adalah kali keempat mereka mengadakannya, mulai tanggal 20-25 Oktober 2003. Untuk tahun ini, mereka memilih wilayah kesenian outdoor sebagai pernyataan dan ekspresi berkesenian, dengan tema “Kota dalam Tubuhku”. JOMA menempatkan visinya pada ruang-ruang publik kota dalam memandang seni pertunjukan sebagai representasi dari kebudayaan kota.
Minirtiwikin Djidi Gilijipi
Doan Widhiandono *
jawapos.com
SAYA menyambut baik kreativitas H M. Cheng Ho Djadi Galajapo pada bagian Kata Djadi (halaman vii) buku ini. Di situ Djadi memberikan kata sambutan menggunakan huruf vokal ”i” seluruhnya.
Menurut pelawak dedengkot grup kocak Galajapo tersebut, pemakaian huruf ”i” vokal dalam kalimat-kalimatnya adalah salah satu bentuk penghematan. Selain itu, huruf ”i” dipilih lantaran pengucapannya tak perlu membuka mulut lebar-lebar. Menurut Djadi, membuka mulut secara lebar mengesankan sebagai orang yang sombong.
jawapos.com
SAYA menyambut baik kreativitas H M. Cheng Ho Djadi Galajapo pada bagian Kata Djadi (halaman vii) buku ini. Di situ Djadi memberikan kata sambutan menggunakan huruf vokal ”i” seluruhnya.
Menurut pelawak dedengkot grup kocak Galajapo tersebut, pemakaian huruf ”i” vokal dalam kalimat-kalimatnya adalah salah satu bentuk penghematan. Selain itu, huruf ”i” dipilih lantaran pengucapannya tak perlu membuka mulut lebar-lebar. Menurut Djadi, membuka mulut secara lebar mengesankan sebagai orang yang sombong.
Langganan:
Postingan (Atom)
A. Syauqi Sumbawi
A.S. Dharta
Abdul Hadi WM
Abdul Wachid B.S.
Abdullah Abubakar Batarfie
Abdurrahman Wahid
Achmad Faesol
Achmad S
Achmad Soeparno Yanto
Adin
Adrian Balu
Afrizal Malna
Aguk Irawan MN
Agung Sasongko
Agus B. Harianto
Agus Buchori
Agus Prasmono
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Ahmad Fanani Mosah
Ahmad Fatoni
Ahmad Mustofa Bisri
Ahmad Tohari
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Akhudiat
al-Kindi
Alex R. Nainggolan
Ali Ahsan Al Haris
Ali Audah
Ali Syariati
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Andhika Dinata
Andi Neneng Nur Fauziah
Andra Nur Oktaviani
Andrenaline Katarsis
Andy Riza Hidayat
Anindita S. Thayf
Anton Kurniawan
Anton Sudibyo
Aprinus Salam
Arafat Nur
Arif Hidayat
Arman A.Z.
Arthur Rimbaud
Asap Studio
Asarpin
Asti Musman
Atafras
Awalludin GD Mualif
Badaruddin Amir
Bagja Hidayat
Balada
Bambang Riyanto
Bandung Mawardi
Beni Setia
Benny Arnas
Beno Siang Pamungkas
Berita
Berita Duka
Bernadette Aderi
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Bonari Nabonenar
Brunel University London
Budi Darma
Butet Kartaredjasa
Cak Bono
Catatan
Cecil Mariani
Cerbung
Cerpen
Chairil Anwar
Charles Bukowski
Christine Hakim
Cinta Laura Kiehl
D. Zawawi Imron
Dahta Gautama
Daisy Priyanti
Damhuri Muhammad
Danarto
Dara Nuzzul Ramadhan
Dareen Tatour
Darju Prasetya
Darojat Gustian Syafaat
Dea Anugrah
Dedy Tri Riyadi
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Dewi Sartika
Dharmadi
Dhenok Kristianti
Dian Wahyu Kusuma
Dianing Widya Yudhistira
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Djoko Subinarto
Doan Widhiandono
Doddi Ahmad Fauji
Dody Yan Masfa
Donny Anggoro
Dwi Cipta
Dwi Klik Santosa
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Elokdyah Meswati
Emha Ainun Nadjib
Enda Menzies
Erik Purnama Putra
Erwin Dariyanto
Erwin Setia
Esai
Esti Nuryani Kasam
Evan Ys
Evi Idawati
F Aziz Manna
F. Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Fairuzul Mumtaz
Fajar Alayubi
Farah Noersativa
Faris Al Faisal
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fathurrozak
Faza Bina Al-Alim
Feby Indirani
Felix K. Nesi
Fian Firatmaja
Firman Wally
Fiyan Arjun
Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L)
Franz Kafka
Galih M. Rosyadi
Galuh Tulus Utama
Ganug Nugroho Adi
Garna Raditya
Gendut Riyanto
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gombloh
Grathia Pitaloka
Gunawan Budi Susanto
Gunoto Saparie
Gurindam
Gusti Eka
H.B. Jassin
Halim HD
Hamdy Salad
Hamka
Hari Sulastri
Hasan Aspahani
Hasan Gauk
Hasbi Zainuddin
Hasif Amini
Hasnan Bachtiar
Helvy Tiana Rosa
Hermawan Mappiwali
Herry Lamongan
Hikmat Gumelar
HM. Nasruddin Anshoriy Ch
Hudan Hidayat
Humam S Chudori
Ibnu Wahyudi
Ida Fitri
IDG Windhu Sancaya
Idris Pasaribu
Ignas Kleden
Iksaka Banu
Ilham
Imam Muhayat
Imam Muhtarom
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Arlado
Imron Tohari
Indra Tjahyadi
Indrawati Jauharotun Nafisah
Indrian Koto
Inung As
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Noe
Ismi Wahid
Iva Titin Shovia
Iwan Fals
Iwan Kurniawan
Jakob Oetama
Janual Aidi
JJ. Kusni
Johan Fabricius
John H. McGlynn
Jordaidan Rizsyah
Jual Buku Sastra
K.H. A. Azis Masyhuri
Kadjie Mudzakir
Kahfie Nazaruddin
Kahlil Gibran
Kamajaya Al. Katuuk
Kamran Dikarma
Kedung Darma Romansha
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khansa Arifah Adila
Khatijah
Khoirul Inayah
Ki Dhalang Sulang
Ki Ompong Sudarsono
Kikin Kuswandi
Kodirun
Koh Young Hun
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM)
Komunitas Teater Se-Lamongan
Korrie Layun Rampan
Kritik Sastra
Kucing Oren
Kurniawan Junaedhie
Kurniawan Muhammad
Kuswaidi Syafi’ie
Kuswinarto
L.K. Ara
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Larung Sastra
Latief S. Nugraha
lensasastra.id
Leo Tolstoy
Leon Agusta
Linda Christanty
Lutfi Mardiansyah
M. Aan Mansyur
M. Arwan Hamidi
M. Faizi
M. Harir Muzakki
M. Lutfi
M. Shoim Anwar
M. Yoesoef
M. Yunis
M.D. Atmaja
Mahamuda
Mahdi Idris
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Manneke Budiman
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Mario F. Lawi
Marniati
Martin Aleida
Mashuri
Masuki M. Astro
Matroni Muserang
Mawar Kusuma
Max Arifin
Melani Budianta
Mihar Harahap
Mikael Johani
Miziansyah J.
Moch. Fathoni Arief
Moh. Ghufron Cholid
Mohammad Afifi
Mohammad Rafi Azzamy
Muhammad Hanif
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Subarkah
Muhammad Yasir
Muhammadun AS
Muhidin M. Dahlan
Mulyadi SA
Munawir Aziz
Murnierida Pram
Myra Sidharta
Nadia Cahyani
Naim
Naskah Teater
Nasru Alam Aziz
Nessa Kartika
Ni Made Purnama Sari
Nikita Mirzani
Nirwan Ahmad Arsuka
Nizar Qabbani
Noor H. Dee
Nurel Javissyarqi
Nurul Fahmy
Nurul Ilmi Elbana
Nyoman Tusthi Eddy
Ong Hok Ham
Orasi Budaya
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Otto Sukatno CR
Pablo Neruda
Pay Jarot Sujarwo
PDS H.B. Jassin
Pendidikan
Pipiet Senja
Pramoedya Ananta Toer
Pringgo HR
Prosa
Pudyo Saptono
Puisi
Pustaka Bergerak
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Wijaya
Qaris Tajudin
Qismatun Nihayah
R Sutandya Yudha Khaidar
R Toto Sugiharto
R. Timur Budi Raja
Radhar Panca Dahana
Ragdi F. Daye
Rahmat Sutandya Yudhanto
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rama Prambudhi Dikimara
Rambuana
Ramdhan Triyadi Bempah
Ratnani Latifah
Raudal Tanjung Banua
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Ribut Wijoto
Ricarda Huch
Riezky Andhika Pradana
Riki Dhamparan Putra
Rizki Aprima Putra
Rokhim Sarkadek
Rony Agustinus
Royyan Julian
Rukardi
Rumah Budaya Pantura
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Ruth Indiah Rahayu
S Yoga
S. Arimba
S. Jai
Sabrank Suparno
Safitri Ningrum
Sahaya Santayana
Sahli Hamid
Saini KM
Sajak
Salvator Yen Joenaidy
Samsul Anam
Sapardi Djoko Damono
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sejarah
Selendang Sulaiman
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Sergi Sutanto
Setyaningsih
Shiny.ane el’poesya
Sholihul Huda
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sitok Srengenge
Siwi Dwi Saputro
Soediro Satoto
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
Sosial Media Sastra
Sosiawan Leak
Sovian Lawendatu
Sudarmoko
Sudirman
Sugeng Sulaksono
Sugito Ha Es
Sumani
Sumargono SN
Suminto A. Sayuti
Sunaryata Soemarjo
Sunaryono Basuki Ks
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Sunudyantoro
Suryanto Sastroatmodjo
Susie Evidia Y
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syaifuddin Gani
Syaiful Irba Tanpaka
T Agus Khaidir
T.A. Sakti
Tangguh Pitoyo
Tatan Daniel
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Wr. Hidayat
Teater Eska
Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen)
Teater Tawon
Tedy Kartyadi
Teguh Winarsho AS
Tengsoe Tjahjono
Tiya Hapitiawati
Tiyasa Jati Pramono
Toeti Heraty
TS Pinang
Udo Z. Karzi
Umbu Landu Paranggi
Universitas Indonesia
Usman Arrumy
UU Hamidy
Veronika Ninik
Vika Wisnu
W.S. Rendra
Wahyu Triono Ks
Wahyudi Akmaliah Muhammad
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Jengki Sunarta
Wayan Sunarta
Welly Kuswanto
Wilda Fizriyani
Willy Ana
Y Alpriyanti
Y.B. Mangunwijaya
Yanto le Honzo
Yasin Susilo
Yasir Amri
Yohanes Sehandi
Yona Primadesi
Yonathan Rahardjo
Yudha Kristiawan
Yudhistira ANM Massardi
Yulhasni
Zehan Zareez
Zuhdi Swt
Zul Afrita