Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

Cerpen Terbaik Bilik Sastra VOI RRI: Karya Nadia Cahyani dan Nessa Kartika

Pipiet Senja *
 
Membincang Karya TKI
 
Bilik Sastra mengudara mulai Minggu, 16 Januari 2011 pukul 13.05 sd 14.00 WIB. Siarannya melalui live streaming VOI, http://id.voi.co.id/. Siaran kedua yang merupakan launching secara resmi dilaksanakan 23 Januari 2011, langsung dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin Taman Ismail Marzuki.

Rabu, 25 Agustus 2021

Pasang Surut Penerbitan Novel dalam Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
SKM Flores Pos Net, edisi Minggu II, Agu 2021
 
Sebelum membahas pasang surut penerbitan karya novel dalam sastra NTT, saya perlu menginformasikan data jumlah buku novel karya para sastrawan NTT sejak terbit pertama kali tahun 1964 sampai dengan pertengahan 2021 (selama 57 tahun) ini. Selama 57 tahun ini, penerbitan buku novel dalam sastra NTT berjumlah 84 judul, karya belasan sastrawan NTT.

Kampus USU Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra

Yulhasni
analisadaily.com
 
Siapa yang tak mengenal Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kreatifitas sastranya? Agak terkesan arogan memang, tetapi barangkali pernyataan itu sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam atas apa yang sering saya sebut sebagai “kemandekan kreatifitas sastra”.
 
Saya tidak punya referensi yang akurat soal sejarah perkembangan kreatifitas sastra di USU. Hanya dari beberapa literatur yang sempat saya akses dan bincang-bincang dengan alumni, USU atau dipersempit dengan Fakultas Sastra USU (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), USU pernah melahirkan sejumlah penyair, cerpenis, dan esais/kritikus sastra.

Komunitas Seni Medan Terbitkan Kumpulan Cerpen

Andy Riza Hidayat
oase.kompas.com
 
Penulis cerita pendek (cerpen) Medan yang tergabung dalam Komunitas Seni Medan menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku. Buku berjudul Kumpulan Cerpen Medan ini berisi tentang 15 cerpen berlatarbelakang beragam persoalan di Medan.
 
“Sepanjang yang saya ketahui, belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong kmai menerbitkan buku kumpulan cerpen ini,” tutur Ketua Komunitas Seni Medan (KSM) Teja Purnama, Jumat (4/12) saat peluncuran buku di Taman Budaya Sumatera Utara.

Perihal Kreatifitas Sastra (Kampus Usu dan Media Massa)

Bambang Riyanto *
analisadaily.com
 
Belakangan nama Universitas Sumatera Utara (USU) dalam konteks memajukan Sastra Indonesia menjadi bahan diskusi yang cukup hangat. Pertama kali oleh Yulhasni, dosen Sastra Indonesia UMSU yang juga merupakan alumni Sastra Indonesia USU ini, menulis artikel dengan judul Kampus Padang Bulan, Sepi Kreatifitas Sastra.

Minggu, 22 Agustus 2021

DKJ NET dan Situs Kritik Sastra Tengara.id Resmi Diluncurkan

tengara.id dan DKJ NET Diluncurkan Dewan Kesenian Jakarta

 
Farah Noersativa, Reiny Dwinanda

Buku-Buku tanpa Kata

Setyaningsih *
Republika, 07 Agu 2016
 
Tanpa kata-kata, sebuah buku tetap menjadi buku. Memasuki toko buku akhir-akhir ini, kita bisa disapa oleh sekelompok buku tanpa kata-kata sebagai isian makna. Kata-kata barangkali hanya judul, pengantar, atau selingan, bukan kata-kata untuk dibaca.

Tubuh Kota dalam Representasi Seni Pertunjukan “Outdoor”

Sepotong Catatan dari Journal of Moment Arts 2003 di Makassar
 
Yanto le Honzo
sinarharapan.co.id
 
Journal of Moment Arts (JOMA) adalah program rutin tahunan yang diadakan Sanggar Merah Putih Makassar. Tahun ini adalah kali keempat mereka mengadakannya, mulai tanggal 20-25 Oktober 2003. Untuk tahun ini, mereka memilih wilayah kesenian outdoor sebagai pernyataan dan ekspresi berkesenian, dengan tema “Kota dalam Tubuhku”. JOMA menempatkan visinya pada ruang-ruang publik kota dalam memandang seni pertunjukan sebagai representasi dari kebudayaan kota.

SELAMAT JALAN, PAK BUDI DARMA

Feby Indirani

KAU TAK PERGI, MELAINKAN PULANG

Djoko Saryono

Minggu, 15 Agustus 2021

Naskah Drama: Yang Berkecai dan Jarang Disatukan

Mahwi Air Tawar *
JP Radar Madura, 23 Jul 2017
 
PENERBITAN buku naskah drama tak semenggeliat penerbitan buku-buku novel, cerpen, dan bahkan puisi. Bagi sebagian penerbit, baik penerbit indie maupun mayor, menerbitkan buku naskah drama —setidaknya di Indonesia— dianggap menghamburkan biaya produksi, karena terbatasnya pembeli.
 
Banyak faktor yang menyebabkan penerbitan buku-buku naskah drama kurang diminati oleh penerbit, baik indie maupun mayor. Selain sulitnya pemasaran buku drama, salah satu faktor lain adalah anggapan bahwa naskah keberadaannya tidak lebih sebagai pelengkap.

Jumat, 13 Agustus 2021

L.K. Ara dan Semangat Sastra yang Terus Menyala

Lesik Keti Ara, Sosok inspiratif dari Tanah Gayo
 
Willy Ana
steemit.com
 
ANAK-anak muda pegiat sastra menyapanya dengan sebutan Ayah. Ayah Ara. Termasuk saya. Putra kelahiran kutelintang Takengon Aceh Tengah 12 November 1987 adalah salah seorang sastrawan penting Indonesia. L.K. Ara, nama lengkapnya Lesik Keti Ara, adalah seorang penyair yang hingga sekarang terus berkarya dan terus aktif dalam kegiatan-kegiatan sastra di mana saja. Meskipun usianya sudah senja, 81 tahun, ia tak pernah lelah. Ia kerap hadir di banyak kegiatan sastra di dalam dan luar negeri. Penampilannya teduh dan bersahaja. Ia sosok "ayah" bagi para penulis muda seperti saya.

Rabu, 11 Agustus 2021

Napak Tilas Merah Jambu (NTMJ)

: Novel Sastra Soal Peliknya “Perjuangan” Jika Ingin Nikahi Gadis Bugis Makassar
 
Hermawan Mappiwali
sulselsatu.com, 21 Mar 2019
 
Sebuah novel sastra berjudul Napak Tilas Merah Jambu (NTMJ) terlahir dari tangan seorang penulis perempuan berdarah Makassar, Andi Neneng Nur Fauziah. Ia sendiri lahir 24 tahun silam. Melalui NTMJ, Fauziah sapaan akrab penulis, menuang sebuah realita bagaimana peliknya jika seorang pria ingin menikahi perempuan Bugis-Makassar. Akibatnya, banyak “bujangan” di mana-mana.

Lestarikan Sastra dari Generasi ke Generasi

Forum Arisan Sastra (FAS) Dibentuk
 
Hasbi Zainuddin
makassar.terkini.id, 15 Jul 2019
 
Kegiatan sastra itu digelar di Ram Studio Jalan Daeng Tata Hartaco Indah Blok IV AD/10 Makassar, mulai pukul 15.00 hingga 21.00WITA. Asia Ramli Prapanca (Direktur Ram Studio), menyebut, peserta diskusi diundang dengan membawa karya dalam bentuk buku, copian, baik puisi, cerpen, esai, novel, drama, kritik sasta/seni, sejarah, budaya untuk saling memperkenalkan.

Sastra Makassar sebagai Etos Kebudayaan di Butta Panrannuangku

Yasin Susilo
takalarterkini.com
 
Di kalangan orang Makassar, sejak dahulu telah mengenal tentang bahasa berirama atau sastra. Mereka menggunakan sejak dahulu sebagai bahasa sehari-hari, suatu contoh apabila seseorang akan meminang biasanya dicari orang yang mampu bersilat lidah danmelontarkan bahasa-bahasa kiasan atau bahasa tutur, agar pinangannya dapat diterimadipihak wanita. Sama halnya seorang ibu yang menidurkan anak dalam buaian, biasanya didengar irama lagu yang penuh harapan- harapan.

Tionghoa dan Subversi Sastra Melayu-Rendah

Rukardi
suaramerdeka.com
 
SASTRA Melayu-Rendah yang juga disebut sastra Melayu-Tionghoa, Melayu-China, Melayu-Pasar, atau Melayu-Lingua Franca, pernah hidup di bumi Nusantara. Meski usianya tak terlampau lama, sejak medio abad ke-19 hingga tahun 1960-an, telah mencatatkan peran penting dalam sejarah literasi di Indonesia.
 
Memeringati 80 tahun Sumpah Pemuda, Fakultas Sastra Undip bersama Masyarakat Tjerita Silat menggelar bedah buku, sarasehan, dan diskusi yang mengangkat tema di seputar bahasa dan sastra Melayu-Rendah.

Perempuan Sastrawan, Tren atau Proses Kebangkitan?

Rukardi
suaramerdeka.com
 
MUNCULNYA perempuan sastrawan dalam ranah kesusastraan Indonesia dalam kurun sepuluh tahun belakangan, menjadi fenomena yang kerap diperbincangkan. Nama-nama Ayu Utami, Dewi ”Dee” Lestari, Djenar Maesa Ayu, Linda Cristanty, Herlinatiens, Nukila Amal, hingga artis tersohor macam Rieke Dyah Pitaloka menyita perhatian kritikus dan pengamat sastra dengan karya ”sastra wangi”-nya.

Ada yang Salah dengan Sistem Pembelajaran Sastra Indonesia

Rukardi
suaramerdeka.com
 
Dalam pandangan Putu Wijaya, era 1945 merupakan masa ideal bagi pertumbuhan sastra Indonesia. Saat itu, lahir sekaligus eksponen penyair dan kritikus sastra yang kuat. Sinergi keduanya menciptakan iklim sastra yang dinamis dan progresif.
 
Dalam hal ini, Chairil Anwar dan HB Jassin menjadi ikon paling tipikal. Chairil mendobrak kecenderungan sastra Pujangga Baru yang penuh dengan bunga-bunga kata. Sajak-sajaknya plastis dan mengusung aforisma. Dia hadirkan realita dalam kata demi kata. Tak hanya itu, karya-karya Chairil juga memberi saham bagi kemajuan bahasa Indonesia.

Jumat, 30 Juli 2021

A.S. Dharta (1923-2007): Akhir Hidup Pengarang Lekra

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat, 17 Feb 2007
 
PADA dasarnya A. S. Dharta itu seorang romantis. Hal itu tampak di antaranya dari nama-nama pena yang digunakannya. Pada masa revolusi, ketika dia mulai menulis sajak dalam majalah Gelombang Zaman yang terbit di Garut dipimpin oleh Achdiat K. Mihardja dengan Tatang Sastrawiria, dia menggunakan nama Kelana Asmara. Kita tahulah kira-kira orangnya bagaimana kalau mempergunakan nama seperti itu. Entah Kelana yang mencari Asmara, entah Asmara yang berkelana. Kemudian dia gunakan juga nama samaran Yogaswara. Seperti diketahui Yogaswara adalah tokoh utama dalam roman R. Memed Satrahadiprawira yang berjudul Mantri Jero.

Kamis, 29 Juli 2021

Lelaki, Daerah, dan Estetika Sastra

Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2006
 
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id
 
Tidak benar bahwa lelaki penulis tak produktif dan tak berkualitas dalam dunia kesusasteran Indonesia masa kini. Pernyataan itu secara eksplisit sempat diungkapkan Ahmad Tohari menjelang pengumuman dari Dewan Juri atas lima pemenang novel Dewan Kesenian Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat (9/3). Lima pemenang lomba kali ini bahkan seluruhnya lelaki.
A. Syauqi Sumbawi A.S. Dharta Abdul Hadi WM Abdul Wachid B.S. Abdullah Abubakar Batarfie Abdurrahman Wahid Achmad Faesol Achmad S Achmad Soeparno Yanto Adin Adrian Balu Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agung Sasongko Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Prasmono Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Mustofa Bisri Ahmad Tohari Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat al-Kindi Alex R. Nainggolan Ali Ahsan Al Haris Ali Audah Ali Syariati Amien Kamil Amien Wangsitalaja Andhika Dinata Andi Neneng Nur Fauziah Andra Nur Oktaviani Andrenaline Katarsis Andy Riza Hidayat Anindita S. Thayf Anton Kurniawan Anton Sudibyo Aprinus Salam Arafat Nur Arif Hidayat Arman A.Z. Arthur Rimbaud Asap Studio Asarpin Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Badaruddin Amir Bagja Hidayat Balada Bambang Riyanto Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernadette Aderi Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Butet Kartaredjasa Cak Bono Catatan Cecil Mariani Cerbung Cerpen Chairil Anwar Charles Bukowski Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dahta Gautama Daisy Priyanti Damhuri Muhammad Danarto Dara Nuzzul Ramadhan Dareen Tatour Darju Prasetya Darojat Gustian Syafaat Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Dewi Sartika Dharmadi Dhenok Kristianti Dian Wahyu Kusuma Dianing Widya Yudhistira Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Pitono Djoko Saryono Djoko Subinarto Doan Widhiandono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Anggoro Dwi Cipta Dwi Klik Santosa Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erik Purnama Putra Erwin Dariyanto Erwin Setia Esai Esti Nuryani Kasam Evan Ys Evi Idawati F Aziz Manna F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fairuzul Mumtaz Fajar Alayubi Farah Noersativa Faris Al Faisal Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrozak Faza Bina Al-Alim Feby Indirani Felix K. Nesi Fian Firatmaja Firman Wally Fiyan Arjun Forum Penulis dan Pegiat Literasi Lamongan (FP2L) Franz Kafka Galih M. Rosyadi Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Garna Raditya Gendut Riyanto Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gurindam Gusti Eka H.B. Jassin Halim HD Hamdy Salad Hamka Hari Sulastri Hasan Aspahani Hasan Gauk Hasbi Zainuddin Hasif Amini Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Hermawan Mappiwali Herry Lamongan Hikmat Gumelar HM. Nasruddin Anshoriy Ch Hudan Hidayat Humam S Chudori Ibnu Wahyudi Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Iksaka Banu Ilham Imam Muhayat Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Arlado Imron Tohari Indra Tjahyadi Indrawati Jauharotun Nafisah Indrian Koto Inung As Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Ismi Wahid Iva Titin Shovia Iwan Fals Iwan Kurniawan Jakob Oetama Janual Aidi JJ. Kusni Johan Fabricius John H. McGlynn Jordaidan Rizsyah Jual Buku Sastra K.H. A. Azis Masyhuri Kadjie Mudzakir Kahfie Nazaruddin Kahlil Gibran Kamajaya Al. Katuuk Kamran Dikarma Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khatijah Khoirul Inayah Ki Dhalang Sulang Ki Ompong Sudarsono Kikin Kuswandi Kodirun Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Sastra Mangkubumen (KSM) Komunitas Teater Se-Lamongan Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kucing Oren Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto L.K. Ara Laksmi Shitaresmi Lan Fang Larung Sastra Latief S. Nugraha lensasastra.id Leo Tolstoy Leon Agusta Linda Christanty Lutfi Mardiansyah M. Aan Mansyur M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Harir Muzakki M. Lutfi M. Shoim Anwar M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marniati Martin Aleida Mashuri Masuki M. Astro Matroni Muserang Mawar Kusuma Max Arifin Melani Budianta Mihar Harahap Mikael Johani Miziansyah J. Moch. Fathoni Arief Moh. Ghufron Cholid Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Muhammad Hanif Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mulyadi SA Munawir Aziz Murnierida Pram Myra Sidharta Nadia Cahyani Naim Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nessa Kartika Ni Made Purnama Sari Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Noor H. Dee Nurel Javissyarqi Nurul Fahmy Nurul Ilmi Elbana Nyoman Tusthi Eddy Ong Hok Ham Orasi Budaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Pablo Neruda Pay Jarot Sujarwo PDS H.B. Jassin Pendidikan Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringgo HR Prosa Pudyo Saptono Puisi Pustaka Bergerak Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin Qismatun Nihayah R Sutandya Yudha Khaidar R Toto Sugiharto R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prambudhi Dikimara Rambuana Ramdhan Triyadi Bempah Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Ricarda Huch Riezky Andhika Pradana Riki Dhamparan Putra Rizki Aprima Putra Rokhim Sarkadek Rony Agustinus Royyan Julian Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Ruth Indiah Rahayu S Yoga S. Arimba S. Jai Sabrank Suparno Safitri Ningrum Sahaya Santayana Sahli Hamid Saini KM Sajak Salvator Yen Joenaidy Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Selendang Sulaiman Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setyaningsih Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosial Media Sastra Sosiawan Leak Sovian Lawendatu Sudarmoko Sudirman Sugeng Sulaksono Sugito Ha Es Sumani Sumargono SN Suminto A. Sayuti Sunaryata Soemarjo Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suryanto Sastroatmodjo Susie Evidia Y Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka T Agus Khaidir T.A. Sakti Tangguh Pitoyo Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teater Eska Teater Pendopo nDalem Mangkubumen (Dokumen) Teater Tawon Tedy Kartyadi Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tiya Hapitiawati Tiyasa Jati Pramono Toeti Heraty TS Pinang Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Usman Arrumy UU Hamidy Veronika Ninik Vika Wisnu W.S. Rendra Wahyu Triono Ks Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Jengki Sunarta Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wilda Fizriyani Willy Ana Y Alpriyanti Y.B. Mangunwijaya Yanto le Honzo Yasin Susilo Yasir Amri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudha Kristiawan Yudhistira ANM Massardi Yulhasni Zehan Zareez Zuhdi Swt Zul Afrita